oleh

Wawancara KOMENTAREN bersama Rosan Perkasa Roeslani

KOMENTAREN.NET, KETUA Umum Kadin Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, adalah teman baik Sandiaga Uno (Sandi) sejak kecil. Namun ketika Sandi mencalonkan diri sebagai wakil presiden bersama Prabowo Subianto, Rosan memilih berseberangan saat menjabat Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf. Lalu bagaimana hubungan Rosan dan Sandi saat ini?

Dalam wawancara khususnya dengan Komentaren di lounge Bandara Sam Ratulangi Senin (01/04), Rosan bicara secara blak-blakkan. Seperti diketahui, persahabatan Rosan-Sandi sudah berlangsung lama. Kedua konglomerat Indonesia ini merupakan kawan SMA di Pangudi Luhur. Bahkan keduanya duduk selalu sebangku. Hubungan keduanya tak sampai di situ. Namun terus berlanjut selepas kuliah dari Amerika Serikat. Mereka berdua merintis usaha bersama pada 1996 silam.

Mengawali bisnis sebagai konsultan keuangan, kantor mereka berawal dari sebuah ruang kecil di Gedung TIFA, kawasan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

PT Republik Indonesia Funding (Indonesia Finance) berdiri di masa-masa Indonesia menghadapi krisis ekonomi. Tentu tak mudah untuk mendapatkan klien saat itu. Sandi juga belum lama di-PHK dari pekerjaannya di Singapura, sehingga secara keuangan dia dan Rosan masih jauh dari mapan waktu itu.

Masa-masa sulit pun dilewati bersama. Mereka sudah seperti bersaudara, hingga kini nama keduanya berkibar sebagai pengusaha sukses Indonesia . Usaha Indonesia Finance pun berkembang, dari semula konsultan keuangan kemudian menjadi perusahaan investasi. Pada 2002, nama perusahaan berubah menjadi Recapital. Bidang usahanya semakin beragam mulai dari industri keuangan, properti, pertambangan, juga berinvestasi di bisnis media.

Recapital kemudian lebih banyak dikelola oleh Rosan, sementara Sandi berkongsi dengan Edwin Soeryadjaya mendirikan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (Saratoga). Seperti Recapital, Saratoga menjadi perusahaan investasi yang masuk ke bisnis konsumer, infrastruktur, dan juga sumber daya alam.

Dengan bisnis mereka yang semakin besar, tentu kisah saling meminjam uang yang pernah dialami, menjadi kepahitan masa lalu yang kini jadi kenangan manis. Persahabatan itu terus berlanjut hingga kini, dan Pilpres 2019 pun datang, dimana keduanya harus menentukan pilihan politik berseberangan. Retakkah hubungan keduanya? 

“Kami tetap berteman. Kami sering berhubungan meski berbeda pilihan politik. Lewat komunikasi (whats app) kadang saya ngeledek dia (Sandi), begitu juga dia kadang ngeledek saya,” ungkap Rosan kepada Koran ini. 

Menurut Rosan, perbedaan pilihan politik tidak harus memutuskan pertemanan dia dengan Sandi yang sudah dianggap seperti saudara. “Kita biasa saja. Ngga baperan,” sambung Rosan yang saat diwawancarai didampingi pengusaha muda, Raja Sapta Oktohari.

Rosan pun menepis jika ada isu bahwa hubungan pertemanan dia dan Sandi retak karena Pilpres. “Kami tetap berteman,” tegasnya. Pada bagian lain, dia mengatakan sebagai Ketum Kadin, pihaknya selalu menjalin kemitraan yang baik dengan pemerintahan Jokowi.   

“Pak Jokowi banyak mendorong dunia usaha. Kadin juga selalu dilkibatkan setiap kebijakan. Dari dulu, bukan baru sekarang.,” katanya. Bahkan rutin pihaknya melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi. “Setiap program, Pak Jokowi juga selalu mengajak ngomong dengan kita,” kata Rosan. Usulan-usulan dan kajian Kadin juga selaku institusi yang mewakili para pengusaha dan dunia usaha di Indonesia, sebagian besar diterima Jokowi. “Dan kami rutin melakukan pertemuan,” imbuh Rosan.

Ketika disentil bahwa namanya turut disebut-sebut akan masuk dalam kabinet Jokowi-Ma’ruf nantinya, Rosan tidak ingin menanggapi lebih. Baginya saat ini adalah memusatkan perhatian untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 17 April nanti. “Kita berjuang maksimal dulu menangkan Jokowi,” katanya. Ketika ditanya kans menag, Rosan optimis Jokowi akan terpilih lagi untuk periode kedua kalinya.   Saat ditanyai soal Sulut yang begitu antusias menyambut kedatangan Jokowi, Rosan mengamini pernyataan Jokowi bahwa pihaknya bisa memenangkan Pilpres di Sulut dengan meraup 80 persen suara. “Itu terlihat dari antusiasme masyarakat terhadap Pak Jokowi dan kami juga menerima masukan dari tokoh-tokoh masyarakat di sini, Jokowi-Ma’ruf bisa menang 80- sampai 83 persen,” katanya. (rik/*)