oleh

Warga tak Takut Berobat ke RSUP Kandou Manado Pasca Covid-19 Melandai


Manado,Komentaren.net-.Sejak melandainya pasien Covid-19 di Sulawesi Utara, masyarakat tidak takut lagi datang berobat RSUP Kandou. Ini terbukti dengan terlihatnya antrian panjang di ruangan pendaftaran registrasi pasien yang merupakan bagian terdepan dari pelayanan poliklinik rawat jalan maupun rawat inap, di sini pasien didata identitas dan keperluan kunjungannya ke Rumah Sakit.

Bagian pendaftaran ini sangat penting karena menjadi acuan data pasien untuk proses-proses berikutnya, apabila proses di bagian pendaftaran salah, maka proses data pasien di bagian lain juga otomatis akan salah dan berakibat fatal.

Bagian pendaftaran atau registrasi juga mencatat informasi tentang data pribadi pasien dan data lain yang diperlukan seperti penanggung pasien, asuransi, pekerjaan, alamat darurat dan lain sebagainya, di samping itu juga mencatat data kunjungan pasien atau pasien hendak berkunjung kemana, poliklinik spesialis, laboratorium, UGD, dan lain sebagainya.

Menjawab keluhan masyarakat terkait proses pendaftaran pasien yang lama, dan terjadi penumpukan pasien di loket pendaftaran pada Rabu, 11 Mei 2022, pihak RSUP Kandou menyampaikan bahwa itu terjadi karena ada perubahan prosedur sistem dari BPJS yang tidak diinformasikan kepihak RSUP Kandou.

“Jadi, ada perubahan dari BPJS Pusat yang tidak disampaikan ke BPJS Sulut sehingga BPJS Sulut tidak memberikan informasi ke Pihak rumah sakit kandou terkait adanya perubahan Sistem yang dilakukan oleh BPJS Pusat, sehingga sistem error sekitar 3 jam, sementara pasien yang datang sudah mulai banyak”, ungkap Kepala Instalasi SIMRS RSUP Kandou, Patrick Marco Andries, ST, MBA, QWP.

Untuk itu pihak RSUP Kandou melalui Koordinator Adminstrasi dan Umum Robert Tuwaidan,ST, MSi, yang didampingi Kasub Humas Novita, SH menyampaikan bahwa RSUP Kandou akan terus berusaha berbenah dengan peningkatan pelayanan dan sarana prasarana di tempat pendaftaran pasien.

“Kami menyadari bahwa untuk mencapai proses pelayanan yang baik, diperlukan suatu prosedur lengkap yang harus dilakukan dan dipatuhi oleh seluruh petugas di rumah sakit, baik petugas medis maupun non medis termasuk pengguna layanan rumah sakit untuk tertib dan saling koperatif. Semoga dengan upaya perbaikan ini mampu mendukung peningkatan pelayanan serta kenyamanan pasien dan pengunjung rumah sakit”, katanya.
(***/stvn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *