oleh

Warga Negara tak Jelas, Siswa Pulau Matutuang tak Terdaftar di Dapodik

KOMENTAREN.NET, Tahuna – Pulau terluar Matutuang Kecamatan Marore ternyata cukup banyak mengantongi warga pelajar yang tidak jelas kewarganegarannya. Mengapa demikian?, hal itu lantaran di pulau yang hanya memiliki luas 31,8 hektar, banyak orang tua siswa yang kawin mawin dengan warga Philipina.

Hal ini terungkap oleh salah satu warga Matutuang pada acara tatap muka bersama Bupati Jabes Gaghana SE, ME dan Wabub Helmud Hontong SE diacara Me’Daseng belum lama ini. Bahkan lantaran status kewarga negaraan yang tidak tidak jelas, beberapa siswa dimaksud juga belum tercatat pada data pokok pendidikan (Dapodik) Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sangihe, sebab untuk terdaftar di Dapodik tidak bisa warga yang tidak memiliki nomor induk kewarganegaraan (NIK).

”Mengenai dokumen masyarakat di pulau Matutuang, ada anak sekolah orang tuanya sebelah warga negara asing dan yang satunya lagi warga negara Indonesia. Yang pasti dokumennya itu bermasalah, sebab saat ini anak sekolah tidak bisa didaftar pada Dapodik kalau tidak ada NIK,” ungkap salah satu warga Matutuang yang sekaligus meminta penjelasan dicara tatap muka tersebut.

Sementara permasalahan lainnya yang juga turut diungkap warga, tak lain terkait legimitasi kepemilikan tanah, atau dengan kata lain, nyaris semua pemilik tanah di pulau Matutuang tidak memiliki sertifikat tanah. Warga mengaku khawatir permasalahan kemilikian tanah yang tidak terlegitimasi dapat berimbas negatif dikemudian hari, apalagi untuk saat ini tanah di pulau Matutuang tidak semua milik warga setempat dan dasar pegangan kepemilikan tanah hanya berdasarkan pada bukti jual beli.

”Dasar kepemilikan tanah yang ada pada kami hanya bukti jual beli, sehingga ketika digugat keluarga yang lain dapat menimbulkan masalah baru. Jadi kami minta pemerintah memfasilitasi agar warga Matutuang dapat mengurus sertifikat tanah sebagai pegangan dikemudian hari,” ujar warga lainnya.

Meski dirundung berbagai permasalahan, terungkap pula oleh Camat Marore, Imelda Lawendatu, pulau Matutuang ternyata bebas dari penyakit rabies, kendati Kabupaten Kepulauan Sangihe tahun 2019 masuk dalam darurat rabies. ”Untuk pulau Matutuang sudah ada kesepakatan warga untuk tidak memelihara anjing, sehingga di Matutuang tidak ada kasus gigitan anjing gila,” kata Camat.(ver)