oleh

Warga Mengeluh Pelayanan Kesehatan, Billy Lombok Datangi Langsung Keluarga Korban

KOMENTAREN.NET- Wakil Ketua DPRD Sulut, Billy Lombok tampilkan sosok wakil rakyat sesungguhnya. Politisi Partai Demokrat itu Jumat (07/08) malam datangi langsung salah satu keluarga korban almarhum Eddy Moningka yang mengeluh pelayanan kesehatan.

Kedatangan Sekretaris PD Sulut didampingi Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Prof Kandou Manado dr Jehezkiel Panjaitan serta anggota DPRD Kota Tomohon Chyntia Wongkar.

Dihadapan Lombok, istri almarhum Altje Takalawangen bercerita peristiwa yang dialami keluarganya perihal suaminya yang dinyatakan positif COVID-19 oleh pihak rumah sakit. Padahal menurutnya pihak rumah sakit tidak memberikan penanganan yang maksimal kepada almarhum sehingga keluarga curiga pihak rumah sakit sengaja mengcovidkan almarhum.

Dari hasil penelurusan tersebut, Billy Lombok menekankan ada beberapa hal yang disampaikan, pertama soal penanganan pihak rumah sakit serta minimnya komunikasi dengan pihak keluarga.

“Tadi ada beberapa hal yang ditekankan, keluarga menyaksikan sendiri, tidak ada penanganan saat pasien kritis, tidak ada pcr swab on going, nanti saat meninggal, penanganan covid tidak sebagaimana mestinya sehingga keluarga curiga dicovidkan, di ruangan IGD tidak ada orang penjaga, penanganan lambat, jenazah tidak ditutup sebagaimana jenazah covid, penguburan hanya berdasarkan komunikasi keluarga dengan lurah, satgas covid tidak ada peran, keluarga mengadakan swab mandiri, harusnya diadakan tracing, nakes 40 % katanya berkurang karena terpapar, insentif  Nakes sudah terbayar,” jelas Lombok, Jumat (06/08).

Lombok menyatakan dengan tegas, DPRD Sulut mendesak agar diadakan tindak lanjut lewat komite medik rumah sakit mengenai penanganan yang tidak sesuai prosedur.

“Harus Perbaiki pelayanan, jangan sampai terjadi masyarakat tidak percaya lagi ke rumah sakit,”tandasnya.

Sementara itu, Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Prof Kandouw dr Jehezkiel Panjaitan mengatakan akan menindaklanjuti kesaksian keluarga soal prosedur di IGD karena seolah dibiarkan/tidak ada penjaga.

Aksi turun lapangan yang dilakukan Billy Lombok ini patut diacungi jempol karena langsung responsif mendengar keluhan warga. Sedangkan Komisi IV yang membidangi kesehatan justru lebih memilih perjalanan dinas dalam daerah. (mon)