oleh

Walikota Kaget Muncul ‘Gunung’ di TPA Sumompo

KOMENTAREN.NET, MANADO – Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut (GSVL) menginspeksi lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Sumompo, Rabu (19/06) siang. Saat berada di sana, GSVL kaget begitu melihat tumpukan sampah sudah menyerupai gunung di lokasi tersebut. “Wow so jadi gunung memang yah?,” celetuk walikota.

Tak hanya soal kemunculan gunung sampah, GSVL juga tampak kaget begitu melihat puluhan truk pengangkut sampah ‘mengular’ terparkir di badan jalan. Truk-truk sampah ini harus antri masuk ke lokasi TPA. “Ini antrian panjang terjadi setiap hari yah? Kalau antri satu satu begini, bisa sampai jam berapa ini?” tanya walikota kepada sejumlah sopir truk yang duduk menunggu antrian di pintu masuk TPA. “Bisa sampe jam 6 sore pak,” jawab para sopir.

Inspeksi yang dilakukan walikota ini, diunggahnya melalui layanan live video Facebook “GS Vicky Lumentut” dan mendapat banyak respons dari masyarakat. Sementara, soal inspeksi tersebut, walikota menjelaskan bahwa keberadaan TPA Sumompo sudah tidak lagi bisa menampung sampah. Apalagi setiap hari sampah yang didistribusi ke lokasi itu terus meningkat.

“Ada 400 ton lebih (sampah) yang masuk ke TPA itu setiap hari. Kondisinya sudah tidak sesuai. Makanya saat saya cek tadi sampahnya sudah seperti gunung tinggi,” jawab walikota melalui Facebook Messenger kepada wartawan. Dia mengatakan, pemerintah terus berupaya mencari solusi. Salah satunya dengan memindahkan lokasi TPA. “Waktu lalu sudah sempat diupayakan pemindahan lokasi TPA, dan nantinya TPA Sumompo akan dialihfungsikan menjadi hutan kota. Manfaatnya melindungi keasrian Kota Manado. Termasuk di sekitar lokasi TPA ini akan dibangun pasar rakyat dan terminal,” ungkapnya. Rencana itu sendiri menurutnya akan diseriusi pemerintah kota. Namun sambil menunggu realisasi, walikota telah menginstruksikan ke jajaran camat dan lurah untuk memilah terlebih dulu sampah yang ada. “Dipilah dulu mana sampah yang bisa bermanfaat dan diolah di bank sampah dan mana yang ke TPA. Sehingga dengan begitu volume sampah akan berkurang di TPA dan antrian truk juga berkurang,” tukasnya. (yha)

Manado – Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut (GSVL) menginspeksi lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Sumompo, Rabu (19/06) siang. Saat berada di sana, GSVL kaget begitu melihat tumpukan sampah sudah menyerupai gunung di lokasi tersebut. “Wow so jadi gunung memang yah?,” celetuk walikota.

Tak hanya soal kemunculan gunung sampah, GSVL juga tampak kaget begitu melihat puluhan truk pengangkut sampah ‘mengular’ terparkir di badan jalan. Truk-truk sampah ini harus antri masuk ke lokasi TPA. “Ini antrian panjang terjadi setiap hari yah? Kalau antri satu satu begini, bisa sampai jam berapa ini?” tanya walikota kepada sejumlah sopir truk yang duduk menunggu antrian di pintu masuk TPA. “Bisa sampe jam 6 sore pak,” jawab para sopir.

Inspeksi yang dilakukan walikota ini, diunggahnya melalui layanan live video Facebook “GS Vicky Lumentut” dan mendapat banyak respons dari masyarakat. Sementara, soal inspeksi tersebut, walikota menjelaskan bahwa keberadaan TPA Sumompo sudah tidak lagi bisa menampung sampah. Apalagi setiap hari sampah yang didistribusi ke lokasi itu terus meningkat.

“Ada 400 ton lebih (sampah) yang masuk ke TPA itu setiap hari. Kondisinya sudah tidak sesuai. Makanya saat saya cek tadi sampahnya sudah seperti gunung tinggi,” jawab walikota melalui Facebook Messenger kepada wartawan. Dia mengatakan, pemerintah terus berupaya mencari solusi. Salah satunya dengan memindahkan lokasi TPA. “Waktu lalu sudah sempat diupayakan pemindahan lokasi TPA, dan nantinya TPA Sumompo akan dialihfungsikan menjadi hutan kota. Manfaatnya melindungi keasrian Kota Manado. Termasuk di sekitar lokasi TPA ini akan dibangun pasar rakyat dan terminal,” ungkapnya. Rencana itu sendiri menurutnya akan diseriusi pemerintah kota. Namun sambil menunggu realisasi, walikota telah menginstruksikan ke jajaran camat dan lurah untuk memilah terlebih dulu sampah yang ada. “Dipilah dulu mana sampah yang bisa bermanfaat dan diolah di bank sampah dan mana yang ke TPA. Sehingga dengan begitu volume sampah akan berkurang di TPA dan antrian truk juga berkurang,” tukasnya. (yha)