oleh

Wagub Sulut Ingatkan Soal Penyerapan Belanja

SAAT memimpin rapat dan evaluasi tim koordinasi penanggulangan kemiskinan daerah provinsi dan kabupaten/kota se-Sulut, di Kantor Gubernur Sulut, Selasa (11/08/2020), Wakil Gubernur Sulut (Wagub Sulut) Steven OE Kandouw mengingatkan soal pentingnya penyerapan belanja pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dikatakannya, secara nasional selama pandemi Covid-19 ini, memasuki semester triwulan ketiga, ada ketambahan 5,7 juta penganggur. “Bukan berarti di Sulawesi Utara bebas pengangguran. Saya yakin 5,7 itu ada yang di Sulawesi Utara. Masalah kemiskinan ini harus menjadi bagian dari roadmap pemerintah, dalam artian rencana anggaran kita. Karena sejak semua selalu saya ingat-ingatkan. Bahwa ada tiga hal untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita yakin ekspor, investasi dan belanja pemerintah,” tegas Wagub Sulut ini.

Terkait hal ini, Wagub Kandouw mengajak semua pemerintah kabupaten/kota, agar mendorong pertumbuhan ekonomi dengan penyerapan belanja pemerintah. “Kita harus dorong secepat-cepatnya karena ini adalah salah satu gaya untuk pertumbuhan ekonomi. Bagi kabupaten kota saya himbau supaya belanja pemerintah cepat digelontorkan,” tandas Kandouw.

Secara terpisah, Mendagri Tito Karnavian di Jakarta mengatakan, rata-rata realisasi belanja nasional saat ini sebesar 47,36%. Sementara realisasi belanja rata-rata provinsi masih di kisaran 37,90%.

“Yang di atas rata-rata nasional hanya 5 provinsi yaitu DKI Jakarta 54,06%, Kalimantan Selatan 53,49%, Sumatera Barat 51,88%, Sulawesi Selatan 50,25% dan Gorontalo 48,81%,” ujarnya saat rapat koordinasi secara virtual, Senin (10/08/2020).

Sementara itu untuk provinsi lainnya realisasi belanjanya masih di bawah rata-rata nasional. Di antaranya Bali 47,03%, Kepulauan Riau 43,97%, NTT 43,81%, Banten 43,76%, Kalimantan Tengah 41,94%, Kalimantan Utara 41,87%, dan Maluku 40,60%.

Selanjutnya Bangka Belitung 39,68%, Sulawesi Utara 38,81%, DI Yogyakarta 38,39%, Papua Barat 37,72%, Jawa Timur 37,46%, Sulawesi Tengah 36,59%, Bengkulu 35,63%, Riau 34,92%. Lalu Kalimantan Timur 34,43%, Sumatera Utara 34,02%, Sumatera Selatan 32,96, Jawa Tengah 32,69%, Lampung 31,77%, Jawa Barat 31,38%, NTB 30,70%, Aceh 30,09, Sulawesi Barat 29,12. Kemudian Maluku Utara 28,98, Kalimantan Barat 25,98%, Jambi 25,91%, Sulawesi tenggara 24,56%, dan Papua 21,57%.  

Tito pun mengingatkan agar realisasi anggaran terus dimaksimalkan. Dengan begitu dapat menggenjot pemulihan ekonomi nasional.  (sbr/rik)