oleh

Turis Cina Dipending, Sulut Rugi Triliunan Rupiah

DEMI mencegah penularan virus Corona di Indonesia, mulai Rabu (05/02) Pemerintah RI melarang warga Cina berkunjung ke Indonesia, termasuk kalangan turis. Hal ini berdampak negatif terhadap pariwisata. Buntut kebijakan ini, Sulawesi Utara (Sulut) bakal kehilangan triliunan rupiah dari pemasukan wisatawan Tiongkok.

Menurut Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Pariwisata, Dino Gobel kepada Komentaren, rata-rata pengeluaran wisatawan China di Sulut mencapai 15 juta sampai 30 juta. Awalnya 2016 silam sampai 2017, berkisar 15-20 juta.

Namun awal 2018 sampai sekarang, katanya, marketnya naik ke kalangan the have China yang mulai berdatangan. Sehingga pengeluaran mereka meningkat sampai menyentuh Rp20-30 juta. Jika ada 100.000 turis dikali Rp20 juta saja, berkisar Rp2 triliun yang dihabiskan mereka.     

“Itu kisaran kerugian yang kita alami jika turis China untuk sementara off. Oleh sebab itu jika Tiongkok tidak pulih sampai tiga bulan ke depan, akan sangat parah. Ini akan memukul pariwisata kita,” akunya.

Bahkan informasi terakhir, katanya, akibat imbas corona virus ini, okupansi hotel sudah menyentuh 20 persen. “Ketua asosiasi GM hotel DPD Sulutgo katakan dalam tiga bulan ke depan akan bahaya,” tandasnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga mengakui, kasus virus corona sangat berdampak pada sektor pariwisata. Menteri bahkan menyebutkan, Sulut salah satunya yang merasakan imbas tersebut karena banyak turis China ke Manado. “Tourism itu adalah yang pertama terpukul oleh virus corona. Tentu efeknya ke Indonesia,” ujar Airlangga saat berpidato di acara Seminar Nasional bertajuk Membangun Optimisme dan Peluang di Tengah Ketidakpastian di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Senin (03/02).

Menurut dia, dampak virus corona berpengaruh terhadap turunnya jumlah wisatawan asal China. Di sejumlah daerah wisatawan China merupakan penyumbang wisatawan terbesar. “Tourism (dari) China sangat berpengaruh di beberapa daerah, seperti di Sulawesi Utara maupun di Kepulauan Riau, demikian pula di Bali,” kata Airlangga. (rik/*)