oleh

Terobosan Hebat Rektor Katuuk di Masa Pandemi, Beri Keringanan Biaya UKT

Minahasa, Komentaren.net – Universitas Negeri Manado (Unima) memberi keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester ganjil 2021/2022. untuk mahasiswa yang kesulitan membayar karena terdampak pandemi Corona Covid-19. Baik mahasiswa baru dan Mahasiswa semester 9 tahun akademik 2021/2022.

Keringanan UKT tersebut tertuang dalam Surat Edaran Rektor Unima No 44 tahun 2021 tentang keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Semester ganjil 2021/2021. Memperbaharui surat edaran no 35 tahun 2021 tentang pemberian dispensasi biaya pendidikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada masa Pandemi Covid-19.

Adapun syarat dan ketentuan mahasiswa yang dapat mengajukan keringanan UKT sebagai berikut :

  1. Mahasiswa yang memenuhi syarat tidak mampu secara ekonomi akibat terdampak Pandemi covid-19.
  2. Mahasiswa yang mengambil mata kuliah kurang dari atau sama dengan 6 (enam) SKS pada semester 9 (sembilan) dan seterusnya bagi mahasiswa program sarjana, atau semester 7 (tujuh) dan seterusnya bagi mahasiswa program diploma 3 membayar 50% (lima puluh persen) dari besaran UKT. Dengan persyaratan dokumen yakni surat pengajuan dan pernyataan dari mahasiswa, serta surat keterangan dari pimpinan jurusan yang diketahui oleh dekan.
  3. Dalam hal mahasiswa, orang tua mahasiswa, atau pihak lain yang membiayai mahasiswa mengalami pengurangan kemampuan ekonomi sehubungan dengan dampak Pandemi covid-19, kebijakan keringanan biaya UKT Unima pada semester ganjil tahun akademik 2021/2022 adalah pengurangan UKT atau pengangsuran UKT.

“ Dengan syarat dokumen surat pengajuan dan pernyataan dari mahasiswa, surat keterangan terdampak Covid-19 dari pejabat yang berwenang dari tempat kerja atau tempat tinggal serta menyertakan kartu keluarga terbaru,” ujar Rektor Unima Prof Dr Deitje Katuuk MPd melalui surat edaran yang dikeluarkan pada tanggal 3 Agustus 2021.

Adapun bentuk keringanan lain yakni pengangsuran UKT dengan syarat dan ketentuan diangsur dua kali. Yakni 50 persen pada 5 sampai 6 Agustus 2021 sebagai syarat registrasi akademik, dan 50 persen maksimal pada 28 Oktober 2021. Dengan syarat dan dokumen yang mesti disiapkan yakni surat pengajuan dan pernyataan dari mahasiswa.

“Tim akan melakukan verifikasi kelayakan permohonan keringanan. Apabila memenuhi syarat dan disetujui, maka akan diberikan surat keterangan keringanan berbentuk voucher/penjamin yang akan dikeluarkan oleh pejabat terkait,” pungkasnya.(nes)