oleh

Temukan Uang Perpuluhan Gereja, Kejujuran Anggota TNI Bikin Kagum

ANGGOTA Batalyon Infanteri Raider 751/Vira Jaya Sakti mengembalikan uang perpuluhan gereja yang ditemukan di sekitar lokasi Banjir bandang yang menerjang Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (16/3/2019).

“Syalom. Selamat Hari Minggu. Tadi subuh, saat kami melakukan evakuasi korban banjir, kita mendapatkan sebuah peti. Dan peti itu pas balik, ternyata tulisannya perpuluhan. Dan pas kita senter, ternyata itu milik Gereja IGI. Kita mau ambil peti itu, ternyata terlalu berat, jadi kita buka petinya dan kita ambil uangnya dan kita cuci bersih selanjutnya kita keringkan. Rencananya setelah kering, kita akan kembalikan ke gereja tersebut. Kita tidak akan kurangi seribu rupaih pun, karena ini adalan uang persembahan dan perpuluhan,” tukas anggota TNI terbut dalam video yang diupload akun Facebook bernama Labok Adipati, Minggu (17/03/2019) pagi.

Video berdurasi 1:53 menit ini telah ditonton 32,7 ribu orang dan telah dibagikan sebanyak 1.887 kali ini menuai apresiasi oleh ribuan netizen. “Tuhan Yesus berkati selalu luar biasa tugas mulia,” kata Lourenzo Rihulay. “Luar biasa di jaman seperti ini masih ada orang yg takut kan Tuhan dan karma Semongga Tuhan mempermudah Rezkinya dan dlm lindunggan Tuhan Amin,” ujar Manan Pasande.

“Syalom…sebagai warga Gereja dari Rote Ndao-NTT,  kami mengucapkan terima kasih banyak kpd sdr2 yg telah membantu pihak Gereja…& terus berdoa kiranya Tuhan Yesus memberkati semua karya2 baik & mulia sdr2 di dunia ini & Tuhan sll menyertai & melindungi di setiap tantangan & ujian hidup yg sedang di hadapi mll bencana ini…amin,” tambah Debby Kase.

Sementara itu, ratusan rumah di Distrik Sentani rusak akibat hantaman banjir bandang, Sabtu (16/03/2019) malam. Akibat bencana tersebut sedikitnya 46 orang dikabarkan meninggal dunia.

Untuk diketahui, Sejak Sabtu sore hujan lebat mengguyur Kabupaten Jayapura hingga malam hari. Akibatnya 9 kelurahan di Kecamatan Sentani diterjang banjir bandang dan mengakibatkan banjir besar yang menghancurkan fasilitas umum seperti jalan raya, pertokoan, perkantoran, dan perumahan warga.(bil)