oleh

Temui Dinkes, Ketua Komisi IX DPR-RI Pantau Langkah Pemprov Tangani Covid-19

KOMENTAREN.NET, Manado – Selasa (24/03), Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene (FER), menggelar rapat khusus dengan Dinas Kesehatan Sulut terkait penanganan Covid-19 di Sulut.

“Kami melaksanakan rapat gunanya untuk mengetahui sejauh mana kesiapan pemprov dalam hal penanganan Covid-19 ini, karena sebagaimana informasi ada sekitar 45 miliar anggaran khusus untuk penanganan covid-19. Jadi rapat ini kami ingin mengetahui apa saja persiapan dari pemerintah serta, apa saja yang sudah dilakukan karena melihat keadaan yang sekarang ini,” kata politisi Partai NasDem itu, saat ditemui wartawan usai rapat dengan Dinkes.

“Apa saja yang sudah dilakukan karena melihat keadaan yang sekarang ini dari pemerintah pusat tidak menginginkan lockdown, karena konsekuensi dari lokcdown itu sendiri akan berdampak pada ekonomi,” sambungnya.

Dalam rapat tersebut juga FER menyampaikan agar dinas menghimpun seluruh permintaan dari rumah sakit perihal pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) yang dipakai oleh para tenaga medis.

“Saya juga menyampaikan bahwa untuk menghimpun ataupun pengadaan APD harus dari mana, dan tadi ibu kadis katakan bahwa sekitar 50.000 APD akan disiapkan. Dan menurut saya itu langkah yang baik, karena mengingat kita masih memiliki 1 pasien yang positif terjangkit covid-19. Memang berdasarkan rapat saya dengan Persatuan Direktur Rumah Sakit (PERSI) saya melihat begitu banyak RS yang memang betul-betul belum ada persiapan APD,” tukasnya.

Dirinya mendorong agar pengadaan APD dari Dinkes bisa didistribusikan kepada seluruh rumah sakit baik Rumah sakit pemerintah maupun swasta. “Makanya saya tadi anjurkan kepada pemprov, kalau pengadaan APD ini disatukan lalu dibagikan ke seluruh RS, tidak bisa hanya melihat rumah sakit pemerintah namun, RS swasta juga harus kita berikan, dalam hal ini bukan hanya ruang isolasi saja yang digunakan APD, tetapi saya juga meminta agar APD ini digunakan mulai dari UGD pada saat penerimaan pasien pertama, karena kita tidak tahu apakah pasien yang masuk ini mengidap ISPA atau Covid-19, kita kan tidak tahu apakah dia terpapar atau tidak, karena kasihan untuk para medis, dokter dan perawat, kita sebagai pemerintah juga harus melindungi mereka karena mereka yang ada di garda terdepan,” jelasnya.

Yang terpenting juga, menegaskan agar tahapan sosialisasi kepada masyarakat harus terus ditingkatkan. “Tadi juga kita minta dari dinkes untuk menyiapkan anggaran untuk mensosialisasikan. Hal ini penting sekali,” tambahnya.

Diakhir pertemuan, FER meminta masukan dari Dinkes untuk diperjuangkan kepada pemerintah pusat. “Banyak hal yang disampaikan, tentu sebagai wakil rakyat akan saya perjuangkan melalui DPR-RI. Nanti akan saya sampaikan kepada kementrian terkait,” pungkasnya.(mon)