oleh

Teken MoU dengan Kanwil Kemenag Sulut, Rektor Unima : Ini Bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi

Minahasa, Komentaren.net – Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) Prof. Dr. Deitje A. Katuuk, dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) H. Anwar Abubakar SAg, MPd. Tandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi, bertempat di Auditorium Unima, Selasa (27/7/2021).

Rektor Unima Prof. Dr. Deitje A. Katuuk, MPd mengungkapkan, rasa syukur karena bertepatan dengan pelaksanaan wisuda, turut diadakan juga acara penandatanganan MoU antara Unima dengan Kanwil Kemenag Sulut.

“ Unima merasa bangga, karena boleh diadakan acara yang amat terhormat ini, yakni penandatanganan MoU dengan Kemenag Sulut,” ungkap Rektor.

Menurutnya, kerjasama ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam kegiatan tri dharma, khususnya dalam penyiapan sumber daya manusia, guru-guru agama di Sulut.

“ Kemenag merupakan salah satu institusi pemangku kepentingan Unima, sehingga kerjasama ini mempunyai arti dan nilai yang sangat strategis dalam menyiapkan dan meningkatkan profesionalitas guru-guru agama. Terima kasih juga karena Kemenag Sulut telah memilih Unima untuk boleh menjalin kerjasama, baik itu di bidang pendidikan maupun tentang keagamaan,” ujar Rektor.

Menurutnya, kerjasama dengan Kemenag Sulut sangat diperlukan, dan dalam semangat kebersamaan membangun daerah kita perlu terus meningkatkan sinergitas kerja antar lembaga.

“ Terima kasih kepada Kakanwil Kemenag Provinsi Sulut H. Anwar Abubakar SAg, MPd yang berkenan hadir dalam acara wisuda hari ini, dan bahkan berkenan untuk bersama-sama menandatangani MoU,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Kakanwil Kemenag Provinsi Sulut H. Anwar Abubakar, SAg, MPd dalam sambutannya menyampaikan, masing-masing kita, baik Kemenag dan Unima memiliki peran strategis untuk meningkatkan SDM, pengembangan dan pemberdayaan umat serta masyarakat.

“ Unima memiliki peran yakni memberikan bekal, persiapan untuk pengabdian melalui ilmu. Sedangkan Kemenag, memberikan bekal melalui imannya,” tutur Anwar didampingi Kepala Kemenag Minahasa Sonya Mongkau, SE.

Jadi, tambahnya, berkaitan dengan ilmu dan iman, masih sama-sama bertanggungjawab terhadap pemberdayaan kepada masyarakat.

“ Salah satu bentuk pembuktian dan pengabdian kita dalam pengembangan SDM ini maka dilaksanakanlah MoU antara Kemenag Sulut dan Unima,” kata Anwar.

Melalui MoU ini, tambahnya, diharapkan akan ada kemudahan bagi pegawai Kemenag Sulut yang ingin menimba ilmu atau melanjutkan pendidikan S2 atau S3 di Unima.

“ Dengan adanya MoU ini, diharapkan pegawai kami di Kemenag tidak susah-susah lagi untuk melanjutkan studi S2 atau S3 di Unima,” katanya.

Lanjutnya, pada proses potensi pendidikan baik dari sisi SDM maupun sistem pendidikannya melalui Unima ini kita berharap ada banyak yang bisa dilakukan, diantara sekian banyak itu yakni tentang penelitian atau target analisis pencapaian pembelajaran daring khususnya pada kondisi pandemi ini.

“ Mungkin di jurusan pendidikan ada formula atau metode tertentu yang bisa diaplikasikan di semua sekolah, madrasah, bagaimana supaya target bisa tercapai secara maksimal,” ujarnya.

Sebab, kata Anwar, berdasarkan data survey terbaru, rata-rata siswa yang mengikuti proses pembelajaran secara daring hanya bertahan 10-15 menit. Setelah itu, siswa ataupun gurunya tidak lagi tahan belajar daring.

“Secara otomatis yang sudah dibuat atau disusun dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), itu tidak tercapai,” katanya.

Mungkin, lanjut Anwar, melalui tenaga profesional Unima yang ahli pada bidang pembelajaran/pendidikan bisa memberikan strategi atau formula baru, kira-kira pembelajaran seperti apa yang lebih efektif di situasi pandemi saat ini.

“Kami juga punya penyuluh agama dari semua agama, melalui kerjasama ini pula dapat saling memperlengkapi,” ujarnya.

Selain itu, dirinya mengingatkan, ada tiga hal yang menjadi agenda nasional yang selalu ditekankan oleh Presiden Jokowi serta melalui Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yakni penguatan wawasan kebangsaan, penguatan wawasan keagamaan, dan pelestarian kearifan lokal.

“Di Sulut sendiri kita sudah memiliki itu, yang diperlukan sekarang ini adalah butuh pelestarian dan butuh penguatan,” ujarnya.

Melalui kerjasama dengan Unima ini, akan kita targetkan kedepan kepada penyuluh agama untuk bisa melakukan sinergi melalui pembekalan atau bimtek bagaimana teknik, metode dan kurikulum untuk ketiga hal disebutkan tadi.

“Saya selaku kakanwil memberikan penghargaan dan apresiasi luar biasa kepada ibu rektor dan seluruh jajaran civitas akademika Unima karena telah berkenan untuk bekerjasama,” pungkasnya.(nes)