oleh

Tanaman Asal Paraguay Dibudidaya di Minahasa, Hasilnya Bakal Diborong Korea

Minahasa, Komentaren.net- Jenis tumbuhan asal Paraguay Amerika Latin, dengan nama Stevia rebaudiana tumbuh subur di Desa Tontimomor kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa.

Bahkan tanaman herbal mirip kemangi tersebut mulai diperkenalkan kepada masyarakat setempat.

Chief Executive Officer PT Bejana Kasih Sempurna, Oktavianus Minanga mengatakan bahwa tumbuhan dengan 167 spesies ini akan dibudidayakan karena banyak khasiat yang terkandung dalam tumbuhan herbal pengganti gula rendah kalori. Di mana gula umumnya dihasilkan dari sari tebu yang mulai berkurang produksinya.

“ Sevia juga bisa masuk industri food and baverage makanan dan minuman, kue,roti, eskrim dan lain-lain. Kemudian bisa untuk kesehatan misalnya mengontrol diabetes,” ujarnya, Rabu (9/6/2021).

Selain itu, lanjutnya, bisa juga untuk industri kecantikan seperti anti aging, di Sulawesi Utara kita fokus dari Kabupaten Minahasa.

” Sudah ada MoU kerjasama antara PT Bejana Kasih Sempurna dengan Stevia Farms.Co.Ltd, seluruh yang ditanam oleh siapapun harus dibeli oleh mereka karena bibit dari mereka, ” terangnya.

Ia menjelaskan, omset yang bisa dihasilkan dari budidaya tanaman sevia untuk satu kali ditanam bisa berproduksi selama enam tahun, dimana satu kali dipanen bisa menghasilkan empat ton kering. Satu kali panen sekitar 35 sampai 40 hari itu 4 ton kering. Kalau dia saya beli ratenya Rp 14 ribu 1 us (dollar). Berarti setiap 35 hari petani bisa dapat Rp 56 juta. Delapan kali (panen) dalam setahun harusnya Rp 448 juta. Tapi namanya makhluk hidup kalau dikelola dengan baik.

” Pengembangan stevia di Indonesia merupakan proyek strategis nasional dan program unggulan Kementerian Pertanian yang didukung oleh Kementerian Investasi/BKPM dan Kementerian Desa Tertinggal PDTT dengan slogan “Manis Sehat tanpa Gula” kita membangun Indonesia,” pungkasnya.

Diketahui, launching perkebunan stevia dilakukan oleh Koordinator Pemasaran Internasional Direktorat Jenderal Perkebunan Kementrian Pertanian Republik Indonesia, Kepala Dinas Perkebunan Sulut, Kepala Karantina Pertanian Sulut, Kepala Balai Benih Perkebunan Sulut dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa beserta jajarannya.(nes)