oleh

Tahun Ini Dukcapil Targetkan Pembagian KIA Selesai

KOMENTAREN.NET, Tahuna – Terkait pemberian Kartu Identitas Anak (KIA) kepada seluruh anak di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) menargetkan selesai pada Tahun 2019.  Sesuai data yang ada, terhitung hingga 30 april 2019 sudah 11.994 Kartu Identitas Anak telah diberikan kepada anak-anak di kawsan yang berbatasan dengan negara tetangga Philipina tersebut. 

Hal ini disampaikan Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sangihe, Ratna Lombongadil SH kepada sejumlah wartawan baru-baru ini. Mantan Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKDD) Kabupaten Sangihe itu mengakui, demi suksesnya pelaksanaan KIA, pihaknya juga turut proaktif melakukan sosialisasi serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan maupun kelurahan kampung. “Memang pada saat kegiatan Me’daseng (Kunjungan kerja bupati ke wilayah) dilaksanakan, kami dari pihak Dukcapil selalu berkoordinasi dengan para camat agar dapat menyampaikan ke masyarakat bahwa akan ada pemberian kartu KIA kepada setiap anak yang ada di wilayah tersebut,” Kata Lombongadil.

Dijelaskan, KIA  sangat penting untuk dimiliki anak-anak mengingat kedepannya akan menjadi salah satu persayaratan ketika anak tersebut  mendaftar masuk sekolah, keperluan untuk membuka tabungan rekening, dan yang paling pokok anak ini sudah terdaftar sebagai penduduk Kabupaten Sangihe ketika mereka belum bisa memiliki Kartu Identitas Penduduk (KTP).

Karena itu ia juga menghimbau kepada masyarakat yang masih memiliki anak sekolah, juga turut proaktif mengurus KIA, termasuk jangan sunkan berkomunikasi dengan pemerintah setempat, apalagi untuk pengurusan KIA  persyaatannya hanya akte kelahiran anak, Kartu Keluarga (KK) Orang Tua dan Pas Photo untuk anak berumur lima tahun keatas. “Kami selaku Dinas teknis dalam pengurusan dokumen baik itu KIA, KTP, Kartu Keluarga, Akte Kelahiran, serta dokumen penting lainnya selalu terbuka untuk masyarakat dan dalam pengurusan dokumen di Dukcapil semuanya gratis tidak dipungut biaya,” tutup Lombongadil. (ver)