oleh

Sumpah Janji Legislator Harus Dipertanggungjawabkan kepada Tuhan

JIKA tidak ada aral melintang, 40 anggota DPRD Kota Manado periode 2019-2024 akan resmi dilantik dan diangkat sumpah tanggal 14 Agustus 2019 nanti. Persiapan pelantikan pun sudah dilakukan lewat gladi kotor di kantor wakil rakyat di kawasan Tikala, kemarin (12/08). Salah satu yang akan dilantik adalah wanita cantik bernama Jurani Rurubua.

Dia merupakan politisi muda dan baru kali ini berkiprah di politik, namun hebatnya langsung terpilih sebagai anggota DPRD dari dapil Singkil-Mapanget. Perjuangan Rani—panggilan akrabnya—pantas diacungi jempol, karena dia maju sebagai caleg dari parpol yang juga tergolong baru, yakni PSI (Partai Solidaritas Indonesia). Dan Rani satu-satunya legislator terpilih di Manado dari PSI.

Tak heran dia mengaku ‘sendiri’ berkecimpung di dunia yahng masih baru baginya dengan emblem ‘wakil rakyat’. Ada kekuatiran, karena harus berjuang sendiri, dibandingkan  rekan-rekannya di Dewan Manado lainnya yang memiliki teman sesama partai dan telah berpengalaman.  Namun meski segala sesuatu masih baru baginya, Rani yakin bersama Tuhan segala sesuatu akan dimampukan baginya sebagai seorang wakil rakyat.     

Dia pun menilai, momen pelantikan dan sumpah janji pada tanggal 14 Agustus nanti, adalah sakral dan sangat menentukan bagi seorang legislator. Tak hanya menjabat namun dalam sepanjang hidupnya, karena di momen itu mereka akan bersumpah kepada Tuhan.

“Waktu gladi (kotor), saya merasakan tidak gampang jadi anggota dewan, ada Sumpah di atas Alkitab, dan itu akan dipertanggung jawabkan kepada Tuhan nantinya kelak saya meninggal dunia. Segala sumpah yang ada akan menjadi batu sandungan kepada saya jika tidak melaksanakannya dengan baik,” kata ibu muda berusia 33 tahun ini dan tergolong lima besar caleg termuda. 

Istri seorang anggota Polri ini menyatakan, kiprahnya di dunia politik merupakan rencana Tuhan. Dia awalnya hanya sekadar menggenapi kuota 30 persen perempuan untuk PSI. Namun kemudian Tuhan memilihynya lewat suara rakyat untuk menjadi wakil rakyat. 

 “Kalau mengingat kembali perjalanan saya di politik, terbilang mengejutkan. Saya yang anti akan politik, diajak Ketua Partai PSI Melky Pangemanan hanya untuk menggenapi Kuota 30% perempuan. Dan tak disangka saya yang hanya masuk untuk membantu PSI, ternyata disambut baik oleh gembala-gembala dan Jemaat di Gereja saya, bahkan pendukung saya makin banyak dari kalangan ibu-ibu, dan pelaku-pelaku asuransi yang saya bina selama ini,” akunya.

Dia pun kini menyadari Tuhan berkehendak lain, dia yang dulu anti politik akhirnya maju dan terpilih satu-satunya dari partainya untuk DPRD kota Manado. Saya sebut ini sebagai kemurahan Tuhan, bukan kuat dan gagah diri sendiri,” katanya seraya berterima kasih ke seluruh pendukung termasuk tim suksesnya yang telah bekerja dengan tulus, karena dia mengakui dirinya maju tanpa harus membayar suara yang memilihnya.

“Terima kasih untuk masyarakat Singkil-Mapanget, terima kasih telah memilih saya. Saya tau Anda yang memilih saya adalah orang-orang berintegritas yang dipilih dan digerakkan Tuhan,” kata Rani seraya berjanji akan bekerja sekuat tenaga untuk memperjuangkan aspirasi rakyat yang diwakilinya. “Bantu terus saya dalam doa, agar lancar sampai hari H, dan menjabat dengan jujur,” katanya. (rik/*)