oleh

Sulut United Tanpa APBD

KOMENTAREN.NET – Bogor FC yang akan berlaga di Liga 2 Nasional 2019/2020 akan menggunakan Stadion Klabat sebagai homebase. Bogor FC juga akan digandeng dengan nama “Sulut United”. Lobi proses akusisi tersebut dilakukan langsung Gubernur Sulut, Olly Dondokambey SE.

Namun dalam pengelolaannya, meski disponsori Pemprov Sulut, tidak akan menggunakan APBD. Hal ini disampaikan Rocky Wowor, orang dekat gubernur yang juga anggota DPRD Sulut. “Tidak menggunakan APBD. Nantinya dananya akan diberdayakan dari private sector, termasuk CSR,” ungkap politisi PDIP yang disebut-sebut diberikan tugas khusus oleh gubernur untuk memfasilitasi eksistensi Sulut United.

Menurut Wowor, Sulut United sudah akan berjibaku pada kompetisi yang dimulai 22 Juni nanti. Dan saat ini segala sesuatu sedang diverifikasi, termasuk Stadion Klabat yang akan dijadikan homebase. Namun kata dia, jika Klabat belum siap, untuk sementara akan diberdayakan Stadion Maesa di Tondano dulu.

Senada disampaikan staf khusus gubernur, Pdt Lucky Rumopa. Menurut Rumopa, kehadiran Sulut United memang diupayakan gubernur dengan harapan akan memotivasi para pemain asal Sulut. “Harapannya nanti secara perlahan Sulut United akan mengakomodir pemain lokal sini,” katanya. 

Gubernur Olly sendiri lewat akun medsos facebooknya,  mengajak masyarakat agar mendukung kehadiran Sulut United di pentas kompetisi Liga 2 dengan home base di Manado. Hal ini dipertegas Kadispora Sulut, Marsel Sendoh kepada wartawan kemarin (28/05).

“Tim Sulut United sudah pasti berlaga di pentas Liga 2. Persiapan untuk menuju ke arah itu kini terus dipacu, agar pada waktunya nanti 22 Juni Sulut United sudah siap berlaga,” kata Sendoh seusai pertemuan dengan Tim Konsorsium Sulut United. Dari pihak Konsorsium, Ahmad Nursyamsu juga menandaskan, tim Bogor FC telah mantap memilih Sulut sebagai home base klub tersebut. “Namun, kami berharap persiapannya dimantapkan sampai batas akhir verifikasi dari PSSI 17 Juni mendatang. Khususnya persiapan Stadion Klabat, baik kondisi lapangannya maupun fasilitas di dalam stadion, seperti ruang ganti pemain, harus benar-benar siap hingga batas waktu 17 Juni,” katanya seraya mengingatkan, dari hasil verifikasi awal, Stadion Klabat belum siap. (kim/rik)