oleh

Sulut Tetapkan Perda Covid-19, Sanksi Denda Maksimal Rp 3 Juta

Manado, Komentaren.net – Setelah digodok cukup lama, DPRD Sulut akhirnya menetapkan Perda Covid-19 lewat rapat paripurna DPRD Sulut, Selasa (18/05/2021).

Dalam draft Perda untuk Pencegahan Covid-19 tersebut, warga atau pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan yang ditetapkan, bakal disanksi baik teguran, sanksi administratif sampai pada pencabutan izin usaha.  

Dalam draft Perda, untuk denda pelanggar prokes (protocol kesehatan) mulai dari terkecil Rp50 ribu sampai Rp3 juta.  Pada Pasal 13 disebut denda administratif bagi perorangan paling sedikit Rp50 ribu atau paling banyak Rp250 ribu. Sedangkan untuk pelaku usaha, denda paling sedikit Rp300 ribu dan paling banyak Rp3 juta, sampai pada pencabutan izin usaha.

Sedangkan pada Bab VII Perda turut mengatur soal ketentuan Pidana. Pada Pasal 17 disebut:

  1. Setiap orang yang melanggar kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf a angka 1, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 hari atau denda paling sedikit Rp100 ribu dan paling banyak Rp200 ribu.
    Sedangkan untuk setiap pelaku usaha sebagaimana diatur dalam poin nomor 2, bahwa pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggungjawab tempat, dan fasilitas umum yang melanggar kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b angka 2, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 hari atau denda paling sedikit Rp500.000 dan paling banyak Rp5.000.000.

Penetapan Perda tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Sulut Fransiskus Andi Silangen. Sebagaimana Pasal 3, tujuan Perda ini untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyebaran Covid-19, meningkatkan kepatuhan masyarakat, penanggungjawab, pengelola fasilitas umum terhadap penerapan prokes dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Berikut memperkuat upaya penanganan kesehatan akibat Covid-19, dan memberikan efek jerah bagi setiap orang yang melakukan pelanggaran terhadap protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19. (mon/*)