oleh

Sulut Kembali Terima BALASA Kemenparekraf, Kali ini 1.500 Paket

KEMENTRIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI bekerjasama dengan Pemprov Sulut, kembali menyalurkan bantuan paket bahan pokok dan lauk siap saji (BALASA) di Sulawesi Utara. Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Fajar Utomo, bertempat di Rumah Alam Manado, Kamis (30/07/2020).

Kepala Dinas Pariwisata Sulut, Henry Kaitjily mengatakan bantuan ini sudah yang ketiga kalinya disalurkan di Sulut pada masa pandemi ini. “Terima kasih kembali lagi kami sampaikan untuk Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atas bantuan bagi pekerja harian pariwisata yang terdampak Covid-19. Sebelumnya sudah dua kali diterima, dan kali (ketiga, red) ini Balasa kemitraan,” ungkap Kaitjily.

Diharapkannya, perhatian dan kepedulian pemerintah pusat tersebut, akan menjadi motivasi dan semangat bagi Dispar Sulut dan para stake holder untuk terus menggiatkan kembali kegiatan pariwisata sebagai unsur penunjang pertumbuhan ekonomi.   

Menariknya, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Fajar Utomo mengatakan, bantuan tersebut akan kembali berdatangan. “Untuk saat ini 1.500 paket untuk 9 tiitk di Kota mdo. Di kemudian hari jumlah bantuan akan lebih besar. Terutama program untuk membangkitkan bangkitkan ekonomi,” katanya.

Bahkan dia menambagkan, di kementrian ada 7 deputi, yang akan bergantian memberikan bantuan di Sulut. “Kemarin deputi 3 sudah di Likupang. Saya mungkin minggu keempat balik lagi ke sini,” kata Fajar yang menyatakan terima kasihnya atas dukungan  Gubernur Sulut dan seluruh jajarannya.

Dia juga sempat menitip pesan agar Sulut terus dijaga. Jangan sampai gara-gara adanya pelonggaran beraktivitas di tengah pandemi, kemudian case (kasus Covid-19) naik. Dia mengingatkan agar protokol kesehatan seperti penggunaan masker, menjaga jarak, disinfektan, handsanitizer, ventilasi dan lainnya terus dipatuhi dan diperhatikan.

Diingatkan kesehatan dan masalah ekonomi sama-sama harus dijaga. “Harus aman dan tetap cuan,” katanya. Diingatkan, perekonomian harus bertumbuh positif di kwartal III ini, agar Indonesia bebas dari krisis ekonomi yang sudah melanda Negara tetangga seperti Singapura dan Korsel.     

“Pada kwartal 1 kita tumbuh positif, II negative, jangan sampai kwartal ketiga negative. Ini harus kita jaga sama-sama. Kalau sampai terjadi resesi ekonomi eskalasinya pada masalah sosial, keamanan dan politik.”

Asisten II Setdaprov Sulut Praseno Hadi mewakili Gubernur Olly Dondokambey dalam sambutannya, mengatakan Balasa dari Kemenparekraf sangat membantu masyarakat terutaam pelaku usaha pariwisata di Sulut. “Bantuan ini sedikitnya memperpanjang nafas,” tukasnya. Dalam penyerahan bantuan ini turut hadir Anggota DPR RI dapil Sulut, Vanda Sarundajang. (vil/*)