oleh

Sulut Antisipasi Dipangkasnya Cabang Olahraga di PON 2020

KOMENTAREN.NET, Jakarta – Sulawesi Utara mengantisipasi pengurangan cabang olahraga pada PON 2020 di Papua dari 47 cabor menjadi 37 cabor.

“Masih menunggu hingga diputuskan oleh KONI Pusat soal kemungkinan dipangkasnya cabang olahraga di PON 2020 dari 47 menjadi 37 cabor. Kita tunggu saja perkembangannya,” kata Ketua Harian KONI Sulut Kolonel Theo Kawatu dari Jakarta. Belum diketahui cabor mana saja yang akan dipangkas oleh tuan rumah Papua.

Cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional 2020 dipangkas dari 47 cabang menjadi 37 cabang. Sejumlah cabang olah disebut-sebut akan dicoret dari PON 2020. Bahkan, cabor yang sudah mengikuti Pra PON juga disebut-sebut akan terkena keputusan pencoretan dari PON 2020 di Papua.

Informasi dari Wakil Sekretaris KONI Sulut Denny Andries menyebutkan, sejumlah cabor yang sempat diberi tanda merah menjadi cabor yang sedang menunggu keputusan akhir dari PB maupun KONI Pusat soal keikutsertaan di PON 2020.

“Tadi diputuskan rasionalisasi cabang olahraga (cabor) dan jumlah pertandingan, memang 47 cabor dan 700-an pertandingan harus dilihat secara utuh, mana yang mungkin dipertandingkan tapi tidak boleh lepas dari Olimpiade karena itu akan dirasionalisasi menjadi 37 cabor,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/8).

Didampingi Gubernur Papua Lukas Enembe, Imam menyampaikan pernyataan resmi seusai menghadiri rapat terbatas dipimpin Presiden Joko Widodo dengan topik “Persiapan Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Peparnas Tahun 2020 di Provinsi Papua”. “Kedua disiapkan sedini mungkin sehingga kita akan men-support dari teman-teman yang dulu menjadi pelaksana Asian Games yaitu INASGOC (Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committe) dan INCAPGOC (Indonesia Asian Paralympic Games 2018 Organizing Committe) akan mendampingi Pak Gubernur dan PB PON secara keseluruhan agar PON Papua benar-benar bergengsi di mata dunia,” katanya. (kim)