oleh

Sukses Menduniakan Nusa Dua Bali, Kini ITDC Siap Garap Likupang

Manado, Komentaren.net – Pemerintah sangat serius menjadikan KEK Likupang sebagai destinasi pariwisata dunia. Ini ditandai dengan keterlibatan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) untuk menggarap pengembangan kawasan pariwisata super prioritas Likupang. Diketahui, ITDC adalah BUMN Indonesia yang bergerak di bidang pariwisata. ITDC memegang peranan penting menjadikan Nusa Dua Bali sebagai destinasi pariwisata terkenal dunia.

Dalam menangani Likupang, ITDC akan bermitra dengan PT Minahasa Permai Resort Development (PT MPRD). Kemitraan itu ditandai dengan penandatanganan “Kerangka Kerjasama atau Term Sheet Pembentukan Badan Usaha untuk Pengembangan dan Pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang.”

Hal itu dilakukan pada iven Tourism & Economy Creative Investment Forum in North Sulawesi, di Hotel Sintesa Peninsula Manado, yang dihadiri langsung Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno pekan lalu. Hadir juga Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey.

Tandatangan dilakukan kedua pihak, masing-masing Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis ITDC Arie Prasetyo dan Project Head PT MPRD, Ratna Paquita Widjaja.

Kerjasama ITDC dan PT MPRD ini menyepakati pendirian atau pembentukan perusahaan patungan yang akan menjadi Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Likupang. BUPP KEK Likupang ini akan menjalankan tugas antara lain pengembangan dan pengelolaan KEK, termasuk penyediaan infrastruktur dasar kawasan. Jangka waktu berlakunya Termsheet ini adalah 2 (dua) tahun sejak tanggal penandatanganan dilakukan.

 “Kami berterima kasih atas kepercayaan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara kepada ITDC untuk memulai pengembangan KEK Likupang.  Term Sheet yang ditandatangani hari ini (Sabtu, 6 Maret 2021) merupakan langkah awal dari kerjasama kami bersama PT MPRD untuk menyiapkan BUPP yang akan mengembangkan dan mengelola KEK Likupang. Dengan pengalaman kami mengelola The Nusa Dua selama 47 tahun dan The Mandalika, kami optimistis dapat membantu pengembangan KEK Likupang menjadi destinasi pariwisata unggulan baru berkelas internasional di Indonesia,” ungkap Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis ITDC, Arie Prasetyo.

Sebagai tahap awal pengembangan KEK Likupang, telah dijadwalkan pembangunan infrastruktur dasar dan penunjang kawasan, atraksi, MICE dan hotel dengan target penyelesaian pada akhir tahun 2022. Untuk tahap awal pengembangan ini membutuhkan investasi sebesar Rp2,22 triliun. Salah satu sumber pendanaannya berasal dari pengajuan dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) tahun 2021 senilai Rp1,023 Triliun.

Arie menambahkan, kerjasama ini juga menambah portofolio pengembangan bisnis destinasi pariwisata yang dikelola oleh ITDC, sekaligus menunjukkan keseriusan ITDC dalam menggarap lini bisnis Destination Management Organization (DMO).  Lini bisnis DMO ini bertujuan mengembangkan pariwisata nasional dan mendukung strategi Pemerintah menjadikan pariwisata sebagai salah satu sumber utama devisa negara.

Super prioritas KEK Likupang adalah Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di lahan seluas total 197,4 Ha di Desa Pulisan, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

KEK Likupang memang special karena memiliki keunggulan alam berupa laut, pantai dan bukit yang indah. Juga didukung warisan budaya yang terjaga serta berada di garis wallace sehingga dapat dikembangkan dengan konsep resort kelas premium dan kelas menengah (mid range resort), budaya (cultural), dan pengembangan Wallace Conservation.

KEK Likupang juga tidak jauh dari Bandara Sam Ratulangi Manado. Berjarak 60 Km dari Kota Manado dan dapat ditempuh selama 1,5 jam dari bandara yang melayani direct dan chartered flight, membuat KEK Likupang sangat mudah dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun asing.

Kini Kementerian PUPR telah merealisasikan Paket Pembangunan Jalan Akses menuju Kawasan KEK Likupang tahun anggaran 2019-2020 dengan total anggaran mencapai Rp163,7 miliar. Sementara tahun 2021, Kementerian PUPR telah mengusulkan anggaran pembangunan infrastruktur dasar dan penunjang kawasan senilai Rp999,92 Miliar. (sbr/*)