oleh

Stella Runtuwene Pertanyakan Birokrasi Di Dinas Pertanian dan Peternakan

KOMENTAREN.NET- Lagi, legislstor Partai Nasdem, Stella Runtuwene tampilkan sosok sebagai wakil rakyat sesungguhnya.

Anggota Panitia Khusus (Pansus) LKPJ 2021 ini mempertanyakan mekanisme permohonan proposal bantuan dari kelompok tani ke Dinas Pertanian dan Peternakan saat pembahasan dengan SKPD, Selasa (12/04) di ruang rapat paripurna kantor DPRD Sulut.

“Sebenarnya bagaimana mekanisme bilamana masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani mengajukan proposal. Birokrasinya bagaimana supaya bisa terealisasi,” tanya Stella.

Disampaikan srikandi Nasdem yang getol membela hak rakyat itu, saat turun reses, ada warga yang menyampaikan padanya bahwa ketika memasukan proposal bantuan, sudah dua tahun tapi tak direalisasikan.

Menurut Wakil Ketua Komisi 3 ini, saat turun reses, ada warga yang menyampaikan padanya bahwa ketika memasukan proposal bantuan, sudah dua tahun tapi tak direalisasikan.

Ini proposal bantuan dalam bentuk ternak. Dan itu ada tanda terima. Tapi tak ada jawaban selama 2 tahun,” bebernya.

Dirinya meminta agar dinas jangan terlalu ribet birokrasinya. Padahal harusnya hal-hal yang gampang, tapi dibuat jadi ribet.

Ini perlu diperhatikan kenapa sudah 2 tahun tapi tak ada jawaban. Ini yang mengadu adalah warga Kelompok Tani Maranata Pinaling. Dan ada juga beberapa yang mengadu. Ini peringatan juga buat dinas lain. Sudah diajukan tapi lama tak ada jawaban,” sambung legislator dapil Minsel-Mitra itu.

Stella menyarankan, jika ada proposal yang datang terlebih dahulu, itu yang harus dijawab terlebih dulu.

“Jangan karena ada yang dekat dengan Kadis, meski baru masuk proposalnya, tapi kemudian mereka yang duluan dijawab. Jadi tolong diperhatikan,” pungkasnya.(mon)