oleh

Sofjan Wanandi Ingin Bangun Pariwisata Sulut

KONGLOMERAT Indonesia yang masuk daftar 100 orang terkaya di Indonesia menurut Globe Asia 2018, Sofjan Wanandi lewat core perusahaannya Santini Group, menanamkan investasi di Sulawesi Utara. Sulut yang kini menjadi the rising star di bidang kepariwisataan di Indonesia, menjadi salah satu daya tarik Wannadi untuk investasi di Bumi Nyiur Melambai. “Rugi jika tidak investasi di Sulut,” aku Wanandi yang disebut-sebut memiliki kekayaan mencapai US$ 610 juta atau Rp 8,9 triliun versi Globe Asia.

Sedikitnya Rp200 Miliar siap dikucurkan Wanandi untuk membangun perhotelan (Luwansa Hotel) di daerah ini. Tak hanya investasi fisik, Wanandi juga berkomitmen untuk membangun sumberdaya manusia pariwisata di Sulut. “Sulut saat ini menjadi tujuan wisatawan mancanegara selain Bali. Saya berkomitmen untuk meningkatkan SDM Sulut dengan membawa pelatih dan pendidik dari Jakarta yang sudha diakui,” katanya seraya mengatakan, salah satu kendala pembangunan pariwisata saat ini adalah masalah SDM.

Dia optimis warga Sulut akan cepat beradaptasi dan mampu dengan cepat meningkatkan SDM-nya karena karakteristik orang Sulut cepat menyesuaikan dan permisif menerima dengan hal-hal baru yang positif. Secara terpisah, Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw mengakui bahwa investasi di Sulut kini meningkat tajam, terutama di sector pariwisata. “Penetrasi pariwisata yang digaungkan oleh Pak Gubernur dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan signifikan,” tandas Wagub Kandouw pada acara peletakkan batu pertama pembangunan Luwansa Hotel Manado, Senin (29/07).

Pembangunan hotel berbintang Hotel Luwansa, diakui wagub, menjadi bukti Pemprov Sulut sangat terbuka dengan investasi. “Pembangunan pariwisata sesuai dengan misi Presiden Jokowi menjadi prioritas sebagai sumber pendapatan di tengah guncangan ekonomi,” tukas Kandouw. Pembangunan sektor pariwisata, menurut Steven Kandouw, menjadi solusi mempertahankan kekuatan ekonomi daerah di tengah harga komoditi unggulan Sulut seperti kopra dan cengkih mengalami penurunan. “Pariwisata menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Sulut tetap tinggi,” tandas Kandouw.

Hotel Luwansa milik Grup Santini akan dibangun di Jalan Pomorow, Kota Manado. “Hadirnya Luwansa Hotel and Conventions ini akan meningkatkan standar pariwisata kita,” tandas wagub seraya mengapresiasi Owner Santini, Sofyan Wanandi yang mengarahkan investasinya ke Sulut.

Seperti diketahui, Sofjan Wanandi mulai mendirikan kerajaan bisnisnya sendiri ketika tahun 1980, ia membuka usaha komponen otomotif dengan nama PT Anugerah Daya Laksana. Usahanya ini kemudian meraih sukses.

Bersama-sama anggota keluarga Wanandi yang lain, usaha Sofjan dilebur menjadi satu grup usaha bernama PT Sapta Panji Manggala. Nama grup usahanya tersebut kemudian berubah menjadi Gemala Group tahun 1987. Grup usaha ini pun berkembang hingga menjalin kerja sama dengan Yuasa Corporation of Japan. Sejak itulah produk-produk Gemal Group dipasarkan di negara-negara lain. Kesuksesan Gemala Group yang belakangan menjadi Santini Group membawa Sofjan Wanandi berstatus sebagai salah satu konglomerat Indonesia saat ini. (sbr/rik)