oleh

Soal Video Somad, Ketua FKUB Sulut: Umat Kristen Tidak Perlu Tersinggung

TERKAIT video Ustaz Abdul Somad (UAS) menjawab pertanyaan jemaah pengajian tentang salib yang viral di media social, ditanggapi Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulut, Pdt Lucky Rumopa STh. Menurut Rumopa, umat Kristen tidak perlu tersinggung dengan pernyataan Somad tersebut. “Dengan kritikan Somad itu, mari kita lebih tingkatkan iman dan menjadikan sebagai alat introspeksi diri,” kata Rumopa ketika diwawancarai Komentaren, Minggu (18/08).

Rumopa menjelaskan, Roh Tuhan tidak berada pada patung-patung atau tanda-tanda lainnya, termasuk kayu berbentuk salib sesuai ajaran kristen protestan. “Roh Tuhan tidak serendah itu,” tukasnya. Oleh sebab itu, dia menilai, pernyataan Somad tentang salib Kristus, di satu sisi walau itu penyataan internal umat, namun harus dijadikan alat introspeksi bagi kaum nasrani, khususnya Kristen Protestan.

“Sebenarnya dalam pandangan Kristen, patung Yesus dan kayu salib tetap patung atau kayu dan memang tidak memiliki kekuatan gaib, apalagi Roh Tuhan ada dalam benda-benda  itu. Oleh karena salib atau yang menyerupai hanya sebagai tanda atau symbol,” jelasnya.

Dan walaupun Somad mengatakan ada roh kafir, lanjut Rumopa, tapi dalam ajaran Kristen sudah menjelaskan jauh hari, bahwa Yesus mati dan bangkit serta hidup hanya satu kali karya penebusanNya, dan kuasaNya atau Roh Tuhan hadir dalam pribadi hidup orang percaya, bukan di benda benda mati. “Sementara di sisi lain Somad keliru, bahkan membatalkan ajaran Islam yang menempatkan Yesus atau Isa sebagai nabi yang harus dihormati umat muslim. Apalagi dalam ajaran Islam Isa adalah “tanda” dan rahmat, jadi bila Somad mengajak untuk menghapus tanda atau simbol keyakinan umat nasrani, hampir sama dengan meniadakan ajaran dan keyakinan orang lain. Oleh sebab itu ungkapan somad yang telah menjadi viral, sebagai ketua FKUB saya menyerukan agar kita harus menanggapi bijak dan berharap kita tetap menjaga kerukunan umat serta menahan diri dari prasangka prasangka buruk.”

Sementara secara terpisah, DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menilai isi ceramah Abdul Somad yang viral di media sosial sudah meresahkan umat Protestan dan Katolik di berbagai daerah. Selain diduga menghina kepercayaan umat agama lain, GAMKI menilai ucapan Abdul Somad menjadi bibit tumbuhnya sikap radikalisme dan kebencian terhadap orang yang berbeda agama dan kepercayaan.

Sahat Martin Philip Sinurat, Sekretaris Umum Terpilih DPP GAMKI, meminta Abdul Somad segera memberikan klarifikasi kepada masyarakat, khususnya umat Kristen Protestan dan Katolik di seluruh Indonesia. “Banyak pihak yang mendesak kami untuk segera melaporkan UAS,” kata Sahat dalam siaran persnya, Minggu, 18 Agustus 2019. DPP GAMKI menganggap ucapan Abdul Somad bersifat individu dan bukan mewakili umat Islam di Indonesia. Sahat menyayangkan tindakan Somad yang notabene berstatus PNS.

Sebelumnya, Brigade Meo Nusa Tenggara Timur (NTT) telah melaporkan Abdul Somad ke Polda NTT lantaran video tentang salib dan patung yang dinilai menistakan Agama Kristen. “Kami sudah melaporkan Ustad Abdul Somad ke Polda NTT terkait ceramahnya yang melecehkan umat Kristen,” kata anggota Brigade Meo, Jemmy Ndeo. (rik/sbr)