oleh

Soal Relokasi Warga, Reza Rumambi: Kebijakan Walikota Manado Sangat Manusiawi

Manado, KOMENTAREN.NET- Walikota Manado, Andrei Angouw melakukam kebijakan untuk memindahkan warga korban banjir di perumahan Pandu pasca bencana banjir 27 Januari 2023 lalu, mendapatkan tanggapan beragam dari masyarakat.

pemerhati Kota Manado, Reza Rumambi mengatakan dengan tegas menyebutkan bahwa kebijakan Walikota Manado adalah kebijakan yang sangat manusiawi.
“Silahkan masyarakat yang menilai. Kebijakan yang manusiawi yang dilakukan pemerintah adalah dengan memindahkan warga korban bencana dari pemukiman yang rawan bencana ke daerah yang tidak rawan bencana,” ucap Rumambi, Senin (13/2/20223).

“Jadi, mana kebijakan yang manusiawi, pak Walikota AA merelokasi warga dari lokasi bencana, atau pak Walikota membiarkan warganya tinggal di daerah lokasi bencana? Saya yakin masyarakat tahu jawabannya,” tambah Rumambi.

Ia mencontohkan penertiban rusunawa, yang saat itu banyak diprotes. Tapi pada akhirnya, warga memberikan apresiasi bahwa apa yang dilakukan Pemkot Manado, dalam hal ini Waikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang adalah sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.

“Yang akan merasakan aman dari banit adalah masyarakat. Jadi sangat manusiawi jika Pemerintah merelokasi warga yang tiap tahun menikmati bencana banjir, ke lokasi yang lebih aman,” tukas aktivis pelayan di salah satu gereja terbesar di Sulut ini.
Walikota Andrei Angouw sendiri menangapi dengan ringan pernyataan dari video viral tersebut.

“Justru pemerintah kita (Pemkot Manado) sangat manusiawi, makanya kita tidak mau masyarakat terkena bencana, saya pun tidak tahu yang tidak manusiawi kita yang mana,” kata AA, Senin pagi.

Angouw pun menambahkan, bahwa tujuan dari pemerintah Kota Manado untuk merelokasi 54 rumah warga Kelurahan Mahawu ke Perumahan Pandu milik pemerintah adalah untuk menyelamatkan mereka dari bencana.
“Intinya Pemerintah Kota menginginkan agar warga tidak terkena banjir tiap tahun.

Makanya, 54 rumah di Mahawu itu pemerintah akan pindahkan ke Pandu. Itu untuk apa, yaitu untuk menyelamatkan pa dorang supaya dorang so nyanda mo kena bencana lagi,” jelas Angouw.

Walikota pun menjelaskan, warga Mahawu yang berada di bantaran sungai tersebut sudah seringkali terkena bencana banjir sejak 2014.

“Mereka sudah kena bencana 2014. Pun, sudah dapat rumah di Pandu. Tapi, tetap tinggal di bantaran sungai, makanya beberapa kali terkena bencana juga dan yang terakhir pada 27 Januari lalu,” tutup Angouw.

Sebuah postingan viral di media sosial menyebut bahwa kebijakan Andrei Angouw itu tidak manusiawi.

“Nyanda manusiawi ini Andre Ang (Angouw). Saya tidak mengerti ini pemerintah masih manusia atau bukan. Masyarakat masih belum lelah ada mangada banjer, seharusnya pemerintah kase bantuan. Orang belum abis lelah, sudah dapat surat suruh bongkar ,” kata pria itu dalam video tersebut.(mon)