oleh

Soal Perlindungan Pekerja di Manado, BPJS Ketenagakerjaan Minta Dukungan Andrei Angouw

Manado, Komentaren.net – Perlindungan kerja terhadap para pekerja di Kota Manado menjadi perhatian Wali Kota Manado, Andrei Angouw. Hal itu terlihat ketika Wali Kota Angouw secara khusus membahas perlindungan kerja bagi pekerja ketika menerima kunjungan pejabat BPJS Ketenagakerjaan (BPJS Naker), Selasa (18/05/2021).

Perlindungan kerja yang dibahas Angouw dan BPJS Naker meliputi pekerja dengan berbagai profesi, di antaranya petani, nelayan, sopir, ojek dan lainnya. Program BPJS Naker sendiri menyangkut perlindungan kecelakaan pekerja.

Dari hasil pertemuan itu, terungkap pekerja yang ikut BPJS di Kota Manado realisasinya baru sekitar 70 persen dari jumlah angkatan kerja, yakni pekerja umur 17-65 tahun.

Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan sendiri sebatas kecelakaan kerja, kematian dan jaminan hari tua serta pensiun.

Wali Kota Andrei Angouw terlihat banyak bertanya hal soal cover BPJS terhadap warga, bahkan sampai pada hal-hal teknis untuk kepentingan pekerja yang ada di Kota manado.

Dan pihak BPJS sendiri dalam kesempatan itu, meminta dukungan Wali Kota Andrei Angouw, dalam hal pemanfaatan anggaran terkait dengan tupoksi BPJS Ketenagakerjaan.

Sebelumnya Pemkot Manado sendiri telah bekerjasama dengan BPJS Naker. Bahkan pada September 2020 lalu, Pemkot Manado diketahui telah melakukan penandatangan kerjasama pemberian perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi 13 ribu pekerja bukan penerima upah di Manado. Saat itu MoU diteken Dirut BPJamsostek, Agus Susanto dan GS Vicky Lumentut. Namun sejauh ini belum diketahui pasti kelanjutan kerjasama tersebut. Sebelumnya, Pemkot Manado membayar premi Rp 16.800 per bulan untuk setiap pekerja. Disebut-sebut cover tersebut hanya berlangsung sampai 2020. (sbr/*)