oleh

Simulasi CHSE Wisata Insentif, Kemenparekraf dan Dispar Sulut Gandeng Wartawan

Kalawat, Komentaren.net – Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Dinas Pariwisata (Dispar) Sulut, menggandeng wartawan dalam simulasi wisata insentif (incentive) CHSE di Sulut, selama dua hari (5-6 Maret 2021).

Sehari sebelumnya (04/03), telah disosialisasikan panduan CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental atau Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Pelestarian Lingkungan) MICE bertempat di Hotel Sutanraja, Minahasa Utara, yang dilanjutkan simulasi wisata insentif pada hari kedua dan ketiga.

Simulasi insentif dengan penerapan CHSE ini diikuti wartawan lokal Sulut dan nasional dari media cetak dan online serta praktisi media sosial. Agenda perjalanan meliputi obyek wisata di Minut, Bitung, Minahasa dan Kota Tomohon.

Rombongan berangkat dari Hotel Sutanraja pagi hari Jumat (05/03). Penerapan CHSE sudah terlihat sejak peserta tur sarapan pagi di hotel.

Untuk makan, para peserta diberikan sarung tangan dari plastik yang sebelumnya didahului cuci tangan dengan sabun ditambah semprotan sanitizer. Antrian di meja sajian menu pun harus berjarak dengan mengenakkan masker. Begitu juga ketika makan. Meski masker dibuka, namun peserta duduk dengan menjaga jarak.

Usai sarapan, rombongan menuju bus pariwisata. Jumlah peserta ada 10 orang, namun bus yang digunakan berkapasitas 26 seat, sehingga masing-masing penumpang duduk leluasa, dan jarak terjaga.

Sebelumnya juga, bus sudah disterilkan dengan penyemprotan sanitizer. Waktu naik bus pun, peserta tetap menjaga jarak. Dan setiap penumpang dites thermo gun serta mendapatkan semprotan handsanitizer. Seperti diketahui, para peserta juga sebelumnya sudah diswab antigen.

Setelah poin-poin pedoman CHSE diterapkan, bus akhirnya meluncur dengan dipandu tour leader, Eron Sumampouw. Obyek wisata pertama yang dituju adalah ke Pulau Lembeh, Bitung.

Bus hanya sampai di Dermaga Nae Mundung dan rombongan melanjutkan dengan diving boat ke Bastianos Home Stay and Diving di Pulau Lembeh.

Baik naik boat sampai disambut di Bastianos, penerapan protokol CHSE diwajibkan, dimana para wartawan terlibat langsung sebagai anggota peserta tur dalam perjalanan wisata insentif tersebut.

Sebelum dijamu makan, rombongan dibawa keliling Selat Lembeh dengan boat. Lokasi yang dilihat masing-masing obeyk wisata Pulau Serena, Monumen Pesawat Trikora dan Manggrove Park di Pintu Kota.

Puas keliling wisata air, rombongan makan siang dengan protokol CHSE. Dari Lembeh, rombongan kembali ke Bitung dan bertolak ke Hutan Cagar Alam Tangkoko. Lagi-lagi penerapan protokol CHSE dilakukan. Begitu juga penerapan dari pihak obyek wisata dan pemandu di Tangkoko. Bermaskerl menjaga jarak dan menggunakan handsanitizer.

Di Tangkoko, rombongan dipandu ‘ranger’ untuk menyaksikan satwa Tangkasi (Tarsius Spectrum) dan Monyet Hitam di Hutan Tangkoko atau orang lokal menyebutnya Yaki.

Kunjungan ke Tangkoko sampai malam hari. Sekira Pukul 7 malam, rombongan kembali ke pusat Kota Bitung dan menikmati makan malam di Restoran Riverside, Girian. Usai makan malam, lagi-lagi dengan menerapkan CHSE, rombongan pun kembali ke Hotel Sutanraja Minut untuk beristirahat.

Keesokan harinya Sabtu (06/03), obyek wisata yang diagendakan ; Patung Monumen Yesus Memberkati di Citraland Manado, dilanjutkan ke Tuur Maasering di Tomohon dan makan siang di Rumah Makan di seputar Danau Tondano, Minahasa.

Kunjungan terakhir adapah obyek wisata Kaisanti Park di Kota Tomohon dan kembali ke Manado untuk menikmati makan malam, sebelum kembali ke Hotel Sutanraja. Penerapan CHSE berjalan sesuai yang diharapkan dengan berpedoman pada panduan guna mencegah potensi menyebarnya Covid-19.

Turut mendampingi rombongan wartawan dan peserta lainnya dalam wisata insentif tersebut masing-masing dari pihak Kemenparekraf, Dispar Sulut dan tour leader. Pihak Kemenparekraf di antaranya Staf Direktorat Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran, Yolanda Caroline dan Sonny Sumual, salah satu kepala seksi dari Dispar Sulut. (rik)