oleh

Siarkan Langsung Saat Divaksin, Bupati Talaud: Vaksin Tidak Berbahaya

Komentaren.net – Bupati Kepulauan Talaud, dr Elly Engelbert Lasut (E2L) divaksin untuk kedua kalinya. Suntikan vaksin untuk penangkal Covid-19 terhadap Bupati Talaud disiarkan langsung (live) di akun Facebook Bupati Talaud, Sabtu (20/02/2021).

“Ini  vaksin yang kedua. Vaksin ini untuk lebih memperkuat. Jadi semacam booster untuk daya tahan dan kekebalan (tubuh) terhadap covid-19, agar kita bisa lebih tahan menghadapi kemungkinan terinveksi virus Covid-19,” ungkap Bupati Elly Lasut.

Dia mengatakan, saat suntikan vaksin pertama, tidak ada gejala apa-apa yang dirasakannya. “Tidak ada gejala. Jangan takut untuk divaksin, karena vaksin ini tidak berbahaya. Justru sangat menguntungkan di saat pandemi Covid-19 ini,” lanjut E2L.  

Saat live tersebut, tampak dokter dan perawat telah siap untuk melakukan vaksin. “Dorang somo vaksin pa kita, bisa disaksikan warga masyarakat Talaud. Untuk kemudian bila tiba saatnya jadwal untuk seluruh warga, masyarakat tidak perlu takut,” katanya.

Seusai disuntik vaksin, Bupati Lasut mengatakan tidak ada tanda mencolok di lengannya. “Tidak seperti cacar,” katanya. Disebutkannya juga sebagaimana penjelasan dokter, setelah disuntik vaksin, perlu menunggu 30 menit untuk menunggu, guna memastikan tidak ada dampak dari hasil vaksin tersebut. Pada bagian lain, Bupati Talaud E2L mengatakan, kasus di Talaud sejauh ini telah mencapai 128 kasuis..

“Namun 122 sudah sembuh dan ada enam yang meninggal,” katanya. Menurut bupati yang juga seorang dokter ini, sebenarnya sejak Desember 2020 lalu, kasus positif Covid-19 di Talaud sudah menurun jauh, bahkan menghilang.

Namun karena adanya ribuan warga yang datang masuk ke Talaud dari berbagai daerah di luar Talaud, termasuk dari zona merah, sehingga kasus di Kepulauan Talaud bertambah lagi. Namun saat ini dia mengatakan, kasusnya sudah cenderung menurun setelah dilakukan upaya pencegahan.  “Saat ini sudah menurun. Terakhir satu minggu lalu, tinggal 2 orang (terinveksi Covid-19) dan tidak ada lagi angka kematian,” tukasnya. (sbr/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *