oleh

Sesama Miskin Jangan Menikah ?

PERNYATAAN yang mengundang pro-kontra dating dari Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. Menurut Menteri Muhadjir, orang miskin yang menikahi orang miskin, akan menambah rumah tangga miskin. Hal itu katanya, akan menjadi masalah di Indonesia.

Menteri Effendy mengungkapkan, data statistik bahwa lima juta dari 57,2 juta rumah tangga di Indonesia, merupakan keluarga miskin. Ini menyumbang 9,4 persen rumah tangga miskin.

Menteri Effendy pun menyarankan, Menteri Urusan Agama Fachrul Razi mengeluarkan fatwa agar orang miskin mencari orang kaya untuk menikah, bukan menikah sesama orang miskin.

Pernyataan ini mengundang sorotan kalangan DPR. Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily tidak sependapat bahkan menyayangkan pernyataan Menteri Muhadjir tersebut.

Fachrul mengatakan, tidak seharusnya menteri atau pemerintah mencampuri hal-hal yang berkaitan dengan jodoh seseorang. “Soal memilih jodoh itu urusan pribadi tak perlu ikut campur negara. Ajaran Islam tentang perjodohan sekufu’ juga tak harus dimaknai sebagai kesalahan penafsiran,” tukasnya kepada wartawan, Sabtu (22/02/2020) dilansir wartaekonomi.co.id.

Dia lebih menyarankan agar pemerintah fokus menciptakan lapangan pekerjaan saja, sehingga perekonomian warga meningkat.

Ditambahkannya juga, agar pemerintah fokus mengurangi angka kemiskinan di Indonesia, daripada sibuk mengusulkan fatwa pernikahan silang status ekonomi. (we/sbr)