oleh

Selang 7 Hari, Sulut Koleksi 123 Kasus Covid-19

PREDIKSI Bulan mei 2020 ini akan menjadi puncak bertambahnya kasus Covid-19 di Indonesia, terbukti di Sulawesi Utara (Sulut). Bayangkan, selang bulan Mei ini ditemukan 194 kasus. Bahkan 7 hari terakhir, yakni sejak 19 Mei lalu sampai dengan hari ini (Senin 25 Mei 2020), terdapat 123 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Kini secara akumulatif, Sulawesi Utara sudah ‘mengoleksi’ 239 kasus positif corona SARS-CoV-2 sejak kasus pertama diumumkan 22 Maret 2020 silam.

Meningkatnya kasus covid-19 yang ditemukan secara signifikan di Bulan mei, terkait dengan pengambilan sampel yang cepat karena Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk Covid-19 di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Manado, sudah dioperasikan.sejak 3 Mei 2020.

Dalam dua terakhir ini kasus makin meningkat, karena pihak Dinkes Kesehatan Provinsi Sulut, Dinkes Manado dan Minut telah melakukan screening aktif, yakni langsung ‘mengintervensi’ ke masyarakat (tidak lagi menunggu di rumah sakit) melakukan rapid test dan ditindaklanjuti dengan swab jika ditemukan reaktif.   Alhasil dalam dua hari, data yang ditemukan, yakni pada tanggal 24 Mei dan 25 Mei hari ini, total ada 38 kasus.

Jubir Satuan Gugus Tugas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel MPh mengatakan, jika tidak dilakukan aktif screening, berpotensi tidak ditemukannya 60% kasus positif, yang artinya tanpa disadari banyak yang terinfeksi berkeliaran di tengah masyarakat.  

Seperti diketahui, Dandel mengumumkan Senin (25/05/2020) ini, ada ketambahan 9 kasus baru positif, sehingga total terkonfirmasi di Sulut mencapai 239 kasus. Akumulasi kasus ini tersebar di 25 cluster dengan cluster terbanyak kasus adalah Fasilitas Kesehatan (Faskes), Gowa dan Pinasungkulan.

Cluster Pasar Pinasungkulan menjadi perhatian tersendiri, dan 27 Mei nanti akan dilakukan pembatasan khusus dengan merekayasa agar ada jarak antar pedagang/penjual. Juga dilakukan rapid test massal, baik penjual maupun petugas pasar disertai giat lainnya untuk mencegah penyebaran Covid-19.  

Dan Kota Manado sendiri yang terbanyak mengoleksi kasus Covid-19 se-Kabupaten/Kota Sulut, akan mulai melakukan pembatasan ketat orang keluar masuk wilayah Kota Manado. Semua pintu masuk ke Wilayah Manado dari kabupaten dan kota (Minahasa ,Tomohon, Minut) akan dilakukan pembatasan dengan cara pembuatan Pos Jaga, dimana setuap orang yang masuk akan dimintai surat keterangan kesehatan. (vil/sbr*)