oleh

Sejak 2017 Jurusan Pariwisata Bantu Desa Budo, Polimdo Gelar Pengabdian Desiminasi Hasil Penelitian

KOMENTAREN.NET, Manado – Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Manado (Manado) menggelar pengabdian berupa diseminasi hasil penelitian di Desa Budo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Kamis (12/09/2019).  

Ketua Tim Peneliti Benny Towoliu SE MPar mengatakan bahwa dalam mengembangkan daya tarik wisata, sangat disarankan untuk dilakukan penelitian awal. “Dengan maksud untuk mengetahui berbagai potensi yang dimiliki desa kemudian disesuaikan dengan target market berupa pengunjung atau wisatawan yang diharapkan,” kata Towoliu.

Penelitian yang berjudul “Model Edukasi atraksi wisata kawasan hutan mangrove dan sekitarnya”, menurutnya terdapat beberapa atraksi yang dapat dikembangkan, antara  lain:  wisata trekking seputar kawasan hutan mangrove,  bird watching, arboretum mangrove (koleksi tanaman mangrove untuk kebutuhan riset), foto booth wisata, air sakral (sacred water), extreme food, snorkeling dan juga diving.  Semua atraksi ini mewakili berbagai segment pasar yang dituju dengan berbagai kelompok usia, minat dan kepentingan.

“Pengembangan atraksi ini dilakukan dalam skala terbatas artinya memperhatikan daya dukung areal kawasan yang difokuskan untuk kegiatan wisata dalam konteks mengusung Pariwisata Berkelanjutan,” tuturnya.

Dikatakannya, ada dua hal yang menjadi keunggulan desa Budo. “Mengapa Desa Budo perlu dikembangkan?  Karena dua hal, yaitu pertama memiliki landskap berupa pesisir pantai dengan kawasan mangrove, dan lereng gunung dengan perkebunan kelapa, juga terdapat tiga dive spot tepat didepan kampung/desa, kemudian kedua dari sisi aksesibilitas dekat dengan Sam Ratulangi Airport (30 menit), Pusat Kota Manado (35 menit) serta dekat Kawasan Taman Nasional Bunaken,” paparnya seraya berharap hasil penelitian bisa menjadi guide bagi pemerintah desa dalam mengembangkan atraksi wisata di Desa Budo.

Ditambahkan salah satu anggota tim peneliti Dimas Permana SE MPar bahwa Desan Budo seharusnya bersyukur bahwa kajian pengembangan wisata desa ini telah dibawa oleh Ketua Peneliti (Benny Towoliu, SE.,MPar) dalam mengikuti Short Course Tourism Developmet di Australia tahun 2018, dibahas dan dipresentasikan di Griffith University.

“Artinya, bahwa secara secara ilmiah, sangat rekomendad untuk jadi panduan dalam pengembangan wisata desa,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Odirandi Lintogareng, menyampaikan rasa berterima kasih kepada tim peneliti, terlebih khusus ketua Peneliti yang setia mendampingi pengembengan Desa Budo sudah sejak tahun 2017 sampai saat ini.

“Mulai dari rencana awal pengembangan wisata dan senantiasa memberikan nasehat, masukan yang berarti  dan kami tetap setia mendengar masukannya, apalagi dengan hasil kajian ini kami bersyukur bahwa nama Desa Budo sudah dibawa ke forum pariwisata di Australia,” ungkapnya.

Mereka juga berharap Tim Peneliti dan Kampus Politeknik Negeri Manado khususnya Jurusan Pariwisata tetap akan membantu desa Budo mencapai cita-cita menjadi desa wisata dikenal oleh masyarakat luas.

Pada kesempatan yang sama tim peneliti juga menyerahkan beberapa hasil kajian lainnya tentang pengembangan wisata untuk menjadi bahan rujukan untuk dipelajari dan dikembangkan dikemudian hari.

Turut hadir pada acara tersebut perwakilan dari Kelompok Wisata, kelompok Pengrajin souvenir, serta para kepala lingkungan. Sedangkan dari Polimdo, hadir Tim Peneliti dan bersama beberapa mahasiswa dari jurusan pariwisata.(bil)