oleh

SBANL: Giat Padat Karya Dorong Pembangunan di Daerah

Amurang, Komentaren.net – Anggota Komite II DPD RI Ir Stefanus BAN Liow MAP (SBANL) bersama Bupati Minsel Frangky Wongkar SH dan Wakil Bupati Pdt Petra Rembang, hadir dalam peresmian kegiatan padat karya, di Pelabuhan Mobongo, Amurang, Minsel, Selasa (13/04).

Saat memberikan sambutan, SBANL mengatakan kegiatan padat karya merupakan  wujud sinergitas Komite II DPD RI dengan salah satu mitra kerja yaitu Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Hubungan Laut. “Maksud kegiatan ini adalah mendorong pembangunan di daerah untuk mendukung kebijakan strategis Pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional,” kata Senator SBANL.

Menurut SBANL, program tersebut membantu meringankan beban masyarakat dan mengurangi pengangguran, serta masyarakat miskin. Selain untuk memupuk rasa kebersamaan, gotong royong, dan partisipasi masyarakat. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pemberdayaan masyarakat, mewujudkan peningkatan akses masyarakat miskin, perempuan, anak, dan kelompok marginal kepada pelayanan dasar, dengan berbasis pendekatan pemberdayaan masyarakat, serta membangkitkan kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Solusi atas penciptaan lapangan kerja dapat diwujudkan melalui kegiatan pembangunan secara swakelola dan padat karya tunai,” ujar SBANL.

Senator SBANL juga memberikan apresiasi terhadap Direktorat Jenderal Perhubungan Laut karena program tersebut menyerap tenaga kerja lokal sehingga memberikan manfaat untuk peningkatan produksi dan nilai tambah, perluasan kesempatan kerja, dan perluasan aksesibilitas pelayanan dasar.

Sedangkan Bupati Frangky Wongkar mengatakan, kiranya hasil kegiatan padat karya ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para peserta. “Di saat ekonomi masyarakat bergejolak karena pandemi Covid-19, diharapkan peserta dapat memanfaatkan hasil kegiatan padat karya ini,” kata Wongkar.

Dirinya juga mengapresiasi kinerja DPD RI yang konsisten menyuarakan kepentingan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut SBANL bersama Wongkar dan Rembang terlihat berbincang akrab. Tiga putra kebanggaan Minahasa Selatan tersebut merupakan sahabat karib, terutama dalam kegiatan kerohanian di Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM). (sbr*)