oleh

Santa Claus Muncul saat Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun di Sulut

Komentaren.net-.Ada hal yang unik saat pelaksanaan Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun yang dilaksanakan Pemprov Sulut di Graha Gubernuran, Rabu (15/12/2021) siang.

Terlihat sebelum divaksin, anak-anak terlebih dahulu disambut oleh Santa Claus di pintu masuk dengan memberi hadiah dan juga foto bersama.

Jein Liunsanda warga Politeknik Mapanget mengapresiasi kegiatan tersebut, dirinya menilai mental anak-anak jadi kuat dan tak takut divaksin.

“Tentunya dengan ada sosok santa claus membuat anak anak senang bahkan tak takut divaksin. Ini terobosan yang bagus,” ujarnya.

Untuk wilayah Pulau Sulawesi diketahui baru Sulut yang melaksanakan vaksinasi anak anak usia 6-11 tahun.

Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw saat kegiatan mengatakan ada sekitar 134 ribu anak usia 6-11 tahun di yang menjadi target vaksinasi Covid-19.

“Perintah Pak Gubernur Olly Dondokambey harus siap,” kata Wagub saat launching vakinasi anak usia 6-11 tahun Rabu (15/12) di Graha Gubernuran.

Pada kesempatan itu, Wagub didampingi Sekdaprov Asiano Gamy Kawatu dan Kepala Dinkes Sulut Debie Kalalo, meninjau langsung pencanangan vaksinasi Covid-19.

Mudah-mudahan, kata Wagub, seluruh stakehoulder bekerja dengan benar. Terutama Dinas Kesehatan.

“Target kita 80 persen. Sesuai laporan Dinkes Sulut semua siap. SDM juga siap. Jadi karena tidak ada cuti, tetap sampai akhir tahun vaksinasi jalan terus,” ujarnya.

Sulut sendiri termasuk dalam 11 provinsi yang bisa melaksanakan vaksinasi anak usia 6-11 tahun.

Sementara untuk kabupaten/kota di Sulut baru diikuti 6 daerah. Adapun daerah itu: Kota Bitung, Kota Manado, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Tenggara, dan Kabupaten Minahasa Utara.

Keenam daerah ini telah memenuhi target vaksinasi 70 persen dosis pertama dan 60 persen untuk lansia.

“Pak gubernur tiap hari update untuk kabupaten/kota. Kalau perlu pakai reward dan punishment sampai tongkat camat lurah dan desa. Yang capai diberi reward dan yang tidak capai diberi punishment,” sebutnya.

“Karena ini betul-betul tidak bisa ditawar. Untuk antisipasinya, tidak ada jalan lain selain vaksinasi. Kata gubernur, 80 persen harga mati,” tandasnya.
(*/stvn)