oleh

Sampah Bertebaran di Pinggir Pantai Manado, Turis Mengeluh

KOTA Manado yang menjadi salah satu Kota Pariwisata, kini sedikit tercoreng akibat berbagai jenis sampah yang terlihat di sepanjang bibir pantai depan terminal Malalayang sampai Resort Larascase Kalasey, Minggu (06/10).

Hal tersebut dikeluhkan para turis dan warga masyarakat yang bergerak di bidang pariwisata.  Owner Resort Larascase yakni Claartje Lalamentik (65), warga Desa Kalasey Satu Kecamatan Mandolang, angkat bicara. Dia terperangah saat melihat di belakang resort ada tumpukkan sampah dari berbagai jenis.

Dikatakannya, kondisi ini membuat tamu kami tidak nyaman, dan ini menjadi preseden buruk bagi dunia pariwisata Indonesia, terutama kota Manado, yang notabene kampung saya sendiri.

Claartje kuatir, masalah sampah ini akan menjadi buah bibir turis mancanegara, dan membuat mereka kapok datang lagi ke Manado. Bahkan lebih ditakutkan lagi, turis mancanegara ini akan menyampaikan ke sesama turis yang lain, tentang kondisi yang memprihatinkan ini. “Saya tidak main-main dengan masalah sampah plastik, saya terapkan di resort saya, yakni tidak menggunakan air mineral kemasan dan juga sedotan kami hilangkan,” tutur wanita asli Kakas dan tinggal di Prancis ini.

Sementara itu, Maik Turis asal Jerman yang sempat menginap di Resort Larascase, dengan bahasa Indonesia tidak terlalu fasih dan sedikit terbata bata, mengatakan tidak nyaman melihat kondisi pantai yang kotor penuh sampah. “Ada beberapa spot selam yang bagus dekat Resort Larascase, bagaimana saya mau menyelam, sedangkan di atas air penuh sampah,” kesal turis yang memiliki perawakan tegap dan tubuh kekar ini.

Menurutnya, dia mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk datang ke Manado, akan tetapi sesampainya di sini justru disajikan pemandangan sampah. “Sejak siang tadi, saat saya ke arah belakang resort, saya melihat banyak sekali sampah plastik. Saya berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk menjaga kebersihan. Agar akan lebih banyak turis yang akan datang ke Manado,” tukasnya. (all)