oleh

RSUP Kandou Miliki Donor Darah Apheresis. Ini Fungsinya !

KOMENTAREN.NET – RSUP Prof RD Kandou di bawah kepemimpinan Dr dr Jimmy Panelewen Sp.B-KBD, terus melakukan terobosan dalam upaya memenuhi kebutuhan pelayanan bagi masyarakat di Sulawesi Utara. Salah satunya menghadirkan peralatan medis canggih untuk transfusi darah Apheresis. “Kami memiliki dua unit apheresis,” ungkap Dirut RSUP Kandou, Dr dr Jimmy Panelewen kepada komentaren.net di ruang kerjanya, Rabu (20/01/2021).

 Panelewen didampimgi Direktur SDM, Pendidikan dan Umum Dr dr. Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes menjelaskan, donor Apheresis adalah pengambilan komponen darah tertentu sesuai yang dibutuhkan saja oleh pasien dengan menggunakan alat atau mesin khusus. Sedangkan komponen dalam darah yang tidak dibutuhkan itu tidak diambil dan dikembalikan lagi ke tubuh pendonor.

Beberapa komponen darah tertentu itu di antaranya seperti plasma darah, sel darah putih, sel darah merah atau trombosit yang diambil menggunakan alat khusus. Nah, setelah komponen tersebut sudah didapatkan, maka beberapa bagian lainnya pun dikembalikan ke dalam tubuh si pendonor.

Adapun jenis-jenis donor apheresis, di antaranya Trombaferesis yaitu proses apheresis untuk mengambil trombosit; Eritraferesis yaitu proses apheresis untuk mengambil sel darah merah; Leukaferesis yaitu proses apheresis untuk mengambil sel darah putih; dan Plasmaferesis yaitu proses apheresis untuk mengambil plasma.

Lalu apa yang membedakan Donor Darah (biasa) dan Donor Apheresis? Pada donor darah biasa, alat yang diperlukan hanyalah jarum suntik dan perlengkapan pendukung sederhana yang lain. Sementara donor apheresis membutuhkan bantuan alat khusus yang dapat memilah trombosit dari komponen darah lainnya. Sehingga donor darah ephresis lebih mahal.

Terkait dengan pandemic Covid-19 saat ini, aphresis sangat dibutuhkan dalam donor plasma konvalesen yang menjadi salah satu cara untuk membantu penyembuhan pasien covid-19. Menurut Panelewen donor plasma konvalesen ini sudah dilakukan di RSUP Kandou. (rik)