oleh

RSUP Kandou Gelar Vaksinasi ke-2 bagi Tenaga Kesehatan

Komentaren.net- RSUP Kandou Manado Kembali menggelar vaksinasi COVID-19 massal tahap kedua untuk Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK). Dengan bekerja sama dengan Universitas Samratulangi Manado dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (19/02/2021) bertempat di Auditorium Universitas Samratulangi Manado.

Juga hadir sekaligus memantau acara tersebut Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc. DEA, Direktur Pendidikan dan Umum RSUP Kandou Dr.dr Ivonne Rotty M.Kes, Direktur Pelayanan Medik. Keperawatan dan Penunjang RSUP Kandou dr.Jeheskiel Panjaitan, Direktur Perencanaan Keuangan dan BMN RSUP Kandou Dewi Anggraini,SE. MM, Direktur Poltekes Manado Dra Elisabteh.N.Barung, M.Kes. Apt, Pejabat Lingkup RSUP Kandou dan TNI POLRI.

Direktur Utama RSUP Prof Dr. R.D Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen, Sp.B.KBD, Menyampaikan sejak berlangsung pada 5 Februari 2021, tercatat ada sekitar 2400san SDMK yang ikut dalam Vaksinasi Masal dan setelah di gabung dengan Kabupaten/Kota sampai 350O-an SDMK Vaksinasi Covid awal untuk SDMK yang dilakukan di Auditorium unsrat ada di sekitar 2400-an SDMK yang ikut Vaksinasi Covid 19, dan setalah di gabung dengan kabupaten/ kota yang ada di Sulawesi Utara SDMK yang ikut Vaksinasi capai sampai 3500-an SDMK.

“Ditahap dua ini kurang lebih sama yang akan mengikuti vaksinasi karena sesuai dengan jadwal setelah 2 minggu melakukan vaksinasi pertama, harus mengikuti Vaksinasi Tahap,” ″ujar Dirut.

Lanjut Dirut dari Vaksinasi Pertama yang di ikuti oleh Sumber Daya Manusia Kesehatan , yang namanya Kejadian ikutan pasca imunisasi (kipi) yang berat belum pernah di temui disini.

“Sejauh ini dari sejak Vaksinasi Covid 19 Tahap Pertama untuk SDMK,kejadian ikutan pasca imunisasi atau Kipi yang berat belum kita temui, yang muncul adalah yang minimal,”kata dirut.

Dirut berharap untuk masyarakt umum yang nantinya akan mengikuti Vaksinasi Covid 19 agar jangan takut.

“Saya berharap ketakutan dari masyarakat umum akan hilang sendirinya setelah melihat keluarga dan kerabatnya yang kebetulan adalah tenaga kesehatan sudah mendapat vaksinasi Covid 19, dan dari sisi kipinya sangat minimal maka kepercayaan akan muncul dan keinginan dari mereka untuk vaksinasi akan segera ada dari mereka,” pungkasnya.

(Stvn)