oleh

RO Sulut 2,5: Artinya 100 yang Positif Bakal Tulari 250 Orang Lainnya

Joune

TINGKAT penularan Covid-19 di Sulawesi Utara (Sulut) masuk level mengkuatirkan. Informasi yang disampaikan Wakil Gubernur Steven Kandouw, RO (R-naught) di Sulut mencapai 2,5.  R0 yang dibaca “R-naught” adalah metrik epidemiologi yang digunakan untuk menggambarkan penularan agen infeksi.

R0 diharapkan bisa kurang dari 1, sehingga penyakit ini akan mati dalam suatu populasi. Sebab, rata-rata orang yang terinfeksi akan menularkan kurang dari satu orang yang rentan lainnya. Di sisi lain, jika R0 lebih besar dari 1, penyakit akan menyebar.

Jika R0 2,5, berarti jika skenarionya ada 100 orang yang positif corona, maka mereka akan menularkan ke 250 orang lainnya (1 orang menjangkiti 2,5 orang lainnya). Pada generasi/putaran penularan berikutnya, ke-250 orang ini akan menularkan ke 625 orang lainnya. Daya penularan semacam ini membuat kasus corona bertumbuh secara eksponensial.

Tak mengherankan ketika Sulut disebutkan RO-nya mencapai 2,5, Wagub Sulut meminta agar menjadi tanda awas. “Ini jangan dianggap sepeleh. Jadi tanda awas bagi kita semua, karena kasus korona masih terus terjadi, terutama di Kota Manado yang penyebarannya signifikan,” tandas Wagub Kandouw, Selasa (02/06/2020).

Untuk itu, wagub menegaskan, penerapan disiplin masyarakat soal physical dan social distancing akan menentukan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di daerah ini. Dia menyayangkan, jika kondisi yang ada mengindikasikan masyarakat Sulut belum disiplin.

“Penularan masih terjadi. Itu tandanya banyak masyarakat belum disiplin dalam menerapkan apa yang menjadi imbauan pemerintah baik physical dan social distancing, gunakan masker, rajin cuci tangan, hindari keramaian dan sebagainnya,” tandasnya seraya menambahkan, pihaknya akan membantu Pemkot Manado dalam penanganan Covid-19.

“Kita full support, satgas bantu khusus perhatian di Manado. Seperti rapid test, bantu penanganan. Semua kita kerahkan untuk Manado,” tegasnya. “Torang pokoknya gotong royong menghadapi pandemi ini.”

Di satu sisi, wagub menyayangkan bahwa sebagian masyarakat terbilang menganggap remeh dengan virus corona. Hal ini terlihat masih banyak yang keluar rumah untuk keperluan hal yang tidak terlalu penting. Untuk itu hal ini akan dipertegas.

“Kebijakan social distancing, physical distancing di Manado kita endors tiga kali lipat. Satpol-PP Sulut gabung dengan Satpol-PP Manado. Supaya betul semua keramaian yang melanggar physical dan social distancing ditindaklanjuti. Kalau perlu diberikan punishment. Itu sesuai dengan Undang-undang Covid-19,” tandas Kandouw. (vil/sbr*)