oleh

Respon Program Mendikbud, Disdik Minahasa Sosialisasikan Program “Merdeka Belajar”

KOMENTAREN.NET, Kawangkoan – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Minahasa merespon cepat kebijakan Mentri Pendidikan dan kebudayaan, dalam pencanangan kebijakan bidang pendidikan nasional melalui program “Merdeka Belajar”. Hal ini dibuktikan lewat Sosialisasi yang digelar Dinas Pendidikan di SD Negeri 1 Kawangkoan, Jumat (13/03/2020).

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Minahasa melalui Kepala Bidang Dikdas Dinas Pendidikan Hendrie R L Tompodung SPd menjelaskan beberapa poin dalam 4 komponen program Merdeka Belajar yang akan segera dilakukan di Kabupaten Minahasa. ”Program “Merdeka Belajar” ini meliputi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi,” tuturnya. “Empat program pokok kebijakan pendidikan ini semoga menjadi arah pembelajaran ke depannya di Kabupaten Minahasa. Dalam program merdeka ini saya harapkan agar kepala sekolah dan guru dapat melakukan inovasi-inovasi untuk menunju kemajuan pendidikan di Kabupaten Minahasa,” Pintanya.

Lebih jauh Kabid murah senyum ini menjelaskan mengenai beberapa poin terkait 4 komponen “Merdeka Belajar”.
”Penyelenggaraan USBN (Ujian Sekolah Berbasis Nasional) tahun 2020 akan dilakukan dengan ujian yang diselenggarakan oleh sekolah. Ujian tersebut dilakukan untuk menilai kompetensi siswa dan dapat dilakukan dalam bentuk tes tertulis atau bentuk penilaian komprehensif seperti portofolio dan penugasan. Dengan Begitu, guru dan sekolah lebih merdeka dalam melakukan penilaian hasil belajar siswa, ” tuturnya.

Sambung Tompodung, pelaksanaan UN nantinya diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter. “Tiga komponen itu dapat mendorong guru dan sekolah untuk memperbaiki mutu pembelajaran ” katanya.

Tompodung juga menegaskan, tentang RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), kepada para guru agar tidak perlu ragu dan sambut program merdeka ini dengan suka cita. “Guru memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan dan mengevaluasi proses pembelajaran itu sendiri,” jelasnya.

Selain menjelaskan tentang program “Merdeka Belajar”, Tompodung juga mensosialisasikan program sensus penduduk online yang gencar digaungkan Bupati Royke Octavian Roring dan Wakil Bupati Robby Dondokambey. Untuk itu, dia menyerukan kepada seluruh peserta untuk membantu kesuksesan pelaksanaan SP2020. Diharapkan tenaga pendidik bisa menjadi pelopor untuk bisa mengisi data pada website yang sudah ditentukan yakni sensus.bps.go.id. “Harapan besar kami bahwa pihak akademisi dan sekolah mulai dari kepala sekolah, guru, karyawan bahkan siswa mengetahui, memahami, dan turut berpartisipasi dalam SP2020,” ujarnya.
Turut hadir pada kegiatan ini antara lain, Kepala UPT PF Kawangkoan Drs Adri Walanitan, UPT PF Kawangkoan Barat Silvana Onibala SPd, UPT PF Remboken Ekin Kindange SPd, UPT PF Sonder Refta Bojoh SPd, Marsela Kowal MPd dan beberapa pengawas SD.(bil)