oleh

Rata-rata Caleg Sudah Habis Rp200-an Juta

MANADO – Finansial atau dana rupanya masih menjadi ‘senjata utama’ sebagian besar calon legislatif dalam menghadapi kontestasi pemilihan legislatif atau pileg. Begitupun caleg yang akan bertarung untuk mendapatkan kursi di DPRD Manado. Dari penelusuran wartawan, rata-rata caleg baik incumbent maupun pendatang baru, mengaku sudah mengeluarkan dana hingga ratusan juta rupiah. Angka ‘tengahnya’ ada di kisaran Rp200 juta. “Kurang lebih begitu. So abis Rp200-an juta,” kata caleg incumbent dari Partai Demokrat, Michael Kalonio dan Anita De Blouwe, ditemui terpisah di Kantor DPRD Manado, Rabu (20/03). Keduanya mengatakan, menjadi caleg memang harus membutuhkan dana. Nonsense (omong kosong) kata keduanya bila ada caleg yang tidak mengeluarkan dana. “Kecuali caleg itu tidak serius,” kelakar Kalonio. Menurutnya, dana dibutuhkan caleg untuk berbagai hal. Seperti untuk operasional tim, untuk turun lapangan serta sosialisasi, semuanya membutuhkan dana. Senada dikemukakan Caleg Nasdem, Winston Monangin. Caleg incumbent ini juga mengaku sudah menghabiskan dana lebih dari Rp200 juta. “Yang terbesar adalah untuk biaya operasional dan sosialisasi seperti cetak baliho, menjumpai konstituen dan sebagainya. Ini semua memerlukan dana,” selorohnya. Selain para caleg incumbent, beberapa caleg pendatang baru juga mengaku demikian. Seperti halnya Meikel Maringka, Alexander Daud dan Robert Tambuwun. Tiha Caleg Dapil Sario Malalayang ini kompak mengatakan dana yang telah dikeluarkan hingga saat ini sudah mencapai Rp200-an juta. “Maklum saya caleg baru makanya sosialisasi dan konsolidasi harus lebih ekstra saya lakukan. Dan semua itu membutuhkan dana operasional. Saya sangat siap, tapi bukan siap untuk money politic,” seru Maringka dan Daud diamini Tambuwun. Sementara, sejumlah caleg lainnya terang-terangan membeber kesiapan finansial mereka dalam kontestasi Pileg 2019 ini dengan modal fantastis. Ada bahkan yang mengaku menyiapkan modal sampai Rp3 miliar. “Jujur ini so persoalan gengsi. Kita siap sampai Rp3 miliar agar duduk kembali di DPRD,” ungkap salah satu caleg incumbent di Singkil Mapanget. Menurut dia, finansial yang besar harus disiapkan untuk bersaing dengan caleg lainnya, baik caleg incumbent maupun pendatang baru. “Apalagi kalau mau bersaing dengan caleg yang memanfaatkan unsur pemerintah seperti camat, lurah dan pala. Dorang ruci, torang juga harus pake cara jitu,” bebernya. Menariknya, ada beberapa caleg yang mengaku tidak menyiapkan dana dengan jumlah gede. “Kalo kita so abis Rp5 juta. Dan memang cuma itu kita pe doi. Cuma da pake cetak baliho deng stiker. Yang penting selama ini kita rajin bersosialisasi dengan warga. Yah kalo mo jadi, jadi noh, kalo nda ya nyanda,” celoteh salah satu caleg ditemui wartawan di Jalan Roda, sore kemarin. “Eh jang tulis kita pe nama eh,” sambungnya penuh senyum. Pemilu serentak yang di dalamnya Pilpres dan Pileg 2019, tak sampai sebulan lagi digeber. Dan meski sudah mengeluarkan banyak duit, para caleg berduit rata-rata mengaku masih menyimpan stok dana lebih besar lagi. Rupanya anggaran besar sangat diperlukan dalam menjelang hari “H” 17 April nanti.(yha)