oleh

Raih Suara Terbanyak, Gebrakan Joune Ganda Dinanti Masyarakat Minut

Banwas

OKTOBER 2019 silam, di sebuah vila yang tenang, di Kampung Kaima, pria bernama Joune Ganda menyatakan keinginannya untuk memberi diri bagi masyarakat di Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Latar belakang keinginanya simpel. Sebagai seorang pengusaha daerah yang sukses dan mapan, dia ingin memajukan daerahnya. Dia ingin agar masyarakat Minahasa Utara sejahtera. Sebuah cita-cita mulia !

Dan dia tak sekadar bicara. Jalan menuju cita-citanya itu diwujudkan dengan pemberian diri secara total. Perhatian, materi dan tenaga dicurahkan untuk tujuan mulia tersebut. Aspirasi masyarakat pun didengarnya dengan saksama.

Keinginannya yang tulus disambut masyarakat. Joune yang tergolong pendatang baru di pentas politik Minut, melejit pamornya. Lawan-lawannya di Pilkada Minut yang merupakan para “pemain lama” dan sudah pernah mengecap jabatan kepala daerah, berhasil dikalahkannya.

Berpasangan dengan politisi milenial Kevin William Lotulung, Joune pun berhasil meraih suara terbanyak, bahkan meninggalkan jauh kontestan lainnya. Masyarakat benar-benar mencintainya.   

Joune-Kevin memperoleh 69.633 suara. Sedangkan dua rivalnya, Sompie-Singal (31.763) dan Shinta Rumumpe-Agnes Pantouw (19.991) suara. Asa masyarakat Minut yang inginkan perubahan dalam pembangunan ditujukan kepada Joune-Kevin.

Joune sendiri memastikan janji kampanyenya bersama Kevin akan direalisasikan. Bahkan rencana kerja sudah dibenaknya, jika dilantik nanti. Pertama adalah melakukan pembenahan sistem pemerintahan. Dia ingin fokus pada pelayanan untuk masyarakat.

Hal ini konsisten dengan pernyataannya ketika diwawancarai media ini setahun silam, bahwa menurut Joune menjadi kepala daerah adalah menjadi pelayan masyarakat.

Saat itu, sempat ditanyakan “Apa yang membuat Joune Ganda ingin mencalonkan diri sebagai Bupati Minut?.”

Jawabannya cukup mencengangkan. Simple namun menyentuh langsung persoalan utama kebutuhan manusia.  “Saya saat ini sudah merasa sejahtera, dan saya ingin membuat masyarakat sejahtera,” kata pria yang sebelum dikenal seperti sekarang ini, sudah terlebih dahulu membangun berbagai destinasi pariwisata di Minut (Rae Waya Hills) dan di Bitung (Kasuari).

Dia pun mengurai, kesejahteraan itu bisa diukur dari parameter per itemnya. Yakni kesejahteraan pangan, sandang dan papan. “Jika ketiga itu sudah terpenuhi, kita akan melihat lagi kebutuhan tertiernya (masyarakat),” kata dia. Hal kedua yang tak kalah penting, Joune mengatakan, untuk menjadi pemimpin, suatu konsekuensi dan keharusan yang harus dilakoni adalah tulus “melayani masyarakat”.  “Pejabat itu tugasnya melayani masyarakat,” ungkapnya.

Sedangkan dalam tataran kepemerintahan, kata yang diungkapkannya adalah bagaimana menciptakan “Good Governance” yang akhir-akhir ini kerap disoroti. Semuanya harus sesuai dengan sistem dan aturan berjenjang agar pelayanan terhadap masyarakat terarah dan fair. Sedangkan persoalan keempat yang ada dalam benaknya ketika dipercayakan mayarakat untuk dilakukan, adalah meningkatkan daya saing daerah. “Tak hanya daya saing daerah dengan kabupaten/kota lain di Sulut, namun secara nasional,” katanya yang miris bahwa Minut dengan segala potensi kekayaan alam dan kemampuan warganya yang smart secara genetika, saat ini tertinggal dibanding daerah lainnya.

“Empat persoalan ini dulu (dibenahi), jangan terlalu muluk-muluk. Semuanya nanti akan mengikuti,” kata Joune Ganda waktu itu.

Kini dia dan Kevin diberikan mandat untuk “melayani”. Visi-misi sudahy dipegangnya. Masyarakat Minut pun menanti gebrakan Joune-Kevin yang diekspektasi sebagai pemimpin yang akan membuat lompatan-lompatan besar bagi Minut.

Sinergitas bersama Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan elit pusat yang dimiliki Joune, akan menjadi salah satu kekuatan besar pemimpin baru Minahasa Utara ini. Tak heran jika masyarakat pun tak sabar menanti Joune dan Kevin segera dilantik. (*/sbr)