oleh

Propam Polda Sulut Gelar Kegiatan di Pusat Kerohanian Shanti Bhuana Bukit Karmel

Minahasa, Komentaren.net – Bidang Propam Polisi Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) menggelar kegiatan Pembinaan dan Pemulihan Profesi Polri di Pusat Kerohanian Shanti Bhuana Bukit Karmel, Tampusu, Kamis (4/8/2022).

Kegiatan dihadiri oleh Irwasda Polda Sulut, Kombes Pol. Tedjo Dwikora, SH, Karo Ops Polda Sulut, Kombes Pol.  R. W. Wirawan, Karo SDM Polda Sulut, Kombes Pol. Riyadi Nugroho, S.IK, Kepala SPN  Polda Sulut, Kombes Pol. Sucahyo Hadi, S.IK, MH,  Dansat Brimob Polda Sulut, Kombes Pol. Brury Soekotjo A P. S.IK, Dir Lantas Polda Sulut., Kombes Pol. Roberto Pardede, S.IK, MIK, Kabid Propam Polda Sulut, Kombes Pol. Marlien Tawas, SH MH, Dir Pol. Air Polda Sulut, Kombes Pol. Kukuh Prabowo, S.IK MH, Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol. Jules. A.Abast S.IK, Kabid Keu Polda Sulut, Dra. Titiek Wahjuningsih, MH,  Dir Tahti AKBP Nanang A.A.Nuhgroho,S.IK, Kepala Rumkit, Dr.M.Faizal Zulkarnain Sp.Kf.Mh.Kes, Wadir Krimsus Polda Sulut, Kapolres Minahasa AKBP Tommy Bambang Souissa, S.IK, Wakapolres Minahasa, Kompol Yindar Sapangallo, S.Sos,  PJU Polres Minahasa, serta para peserta pembinaan Pembinaan Dan Pemulihan Profesi Polri.

Kegiatan diawali dengan laporan kegiatan oleh Kasubbid Paminal Propam Polda Sulut AKBP Alkat Karouw,S.Sos dan Ketua Panitia Kompol Fenti J. Kawulur yang juga adalah Kasubbid Provos Bid Propam Polda Sulut yang kemudian dilanjutkan dengan Pembukaan Kegiatan Pembinaan dan Pemulihan Profesi Polri.

Dalam sambutannya, Waka Polda Sulut Brigjen Pol. Johnny Edison Isir, SIK, MTCP, mewakili Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno mengingatkan sejumlah hal yang harus dilakukan dan dipatuhi sebagai anggota Polri.

“Dalam pelaksanaan tugas kita di lapangan, masih banyak terjadi komplain dan aduan dari masyarakat akibat masih adanya  beberapa anggota Polri yang telah melakukan pelanggaran,” ujarnya.

Ia melanjutkan, pelanggaran ini sementara ditindak oleh Propam karena sesuai dengan moto dari Propam yaitu menjadi Garda Terdepan Benteng Terakhir  Menjaga Citra Polri.

“Tujuannya adalah untuk memberikan didikan kepada anggota yang telah menjalankan sidang disiplin maupun kode etik, agar kedepannya sikap anggota tersebut dapat berubah. Untuk anggota yang sedang menjalankan sidang disiplin maupun kode etik, janganlah berputus asa, karena masih  ada kesempatan untuk memperbaiki diri,” ia menambahkan.

Waka Polda juga berpesan agar para peserta kegiatan Pembinaan dan Pemulihan Profesi Polri bisa berinteraksi dengan narasumber saat mengikuti kegiatan.

“Diharapkan para peserta kegiatan ini bisa membuka komunikasi dengan nara sumber, supaya bisa memahami maksud dan tujuan digelarnya kegiatan ini. Silakan bertanya kalau ada yang tidak dipahami,” ia mengatakan.

Waka Polda menyebutkan, aset terbesar Polri adalah personilnya, dan berharap seluruh personil harus tahu hakikat identitas organisasi.

“Semua yang ada di depan saya adalah aset terbesar dari institusi Polri, termasuk khususnya Polda Sulut,  oleh karena itu kita berharap sebagai aset terbesar,  kita tahu hakikat identitas organisasi, yaitu polisi hadir untuk melindungi dan melayani masyarakat. Dan dalam maknanya,  rekan-rekan bisa memahami bukan sekadar tahu, bukan sekadar mengerti tapi memahami betul sehingga dapat menjalankan tugas kedepannya dengan baik,” ia berpesan.

Kegiatan dilanjutkan dengan acara pembinaan. Bagi yang beragama Kristen di Pusat Kerohanian Shanti Bhuana sedangkan yang beragama Islam di Masjid Kampung Jawa.(nes)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *