oleh

Program Sarhunta di Sulut untuk Bangun Ratusan Home Stay

PROGRAM Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) tetap dijalankan pemerintah meski di tengah pandemi. Pembangunan Sarhunta di Sulawesi Utara (Sulut) mulai dilakukan di Desa Kinunang, Kabupaten Minahasa Utara. Gubernur Sulut Olly Dondokambey turut melakukan peletakkan batu pertama, Jumat (17/07/2020).     

Program ini akan dibangun di wilayah Manado-Likupang. Dalam skop nasional, hanya lima wilayah yang diprioritaskan yakni dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional ( KSPN).

Secara keseluruhan program lewat Ditjen Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini, akan membangun 2.750 rumah tidak layak huni (RTLH) di lima KSPN, akan dibedah untuk dijadikan sebagai homestay guna menarik wisatawan.

Untuk Likupang akan dibangun 300 unit. Sedangkan lainnya masing-masing di Danau Toba sebanyak 1.000 unit, Borobudur 350 unit, Mandalika 500 unit, dan Labuan Bajo 600 unit. Total anggaran yang akan disalurkan untuk Program Sarhunta ini mencapai Rp429,23 miliar.

Menurut Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, Sarhunta ini bagian dari kegiatan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). “Kami akan berupaya untuk mengubah wajah rumah-rumah di daerah KSPN agar mampu menarik para wisatawan lokal maupun asing untuk datang,” ungkap Khalawi.

Program ini juga bertujuan mengantisipasi membludaknya wisatawan ke lokasi KSPN seperti di Likupang nantinya setelah pandemi atau setelah pariwisata kembali bangkit.

Sarhunta dibagi dalam dua kategori. Pertama peningkatan kualitas RTLH di sepanjang koridor menuju lokasi pariwisata dan pembangunan baru atau perbaikan rumah tradisional di kawasan tersebut.

Jumlah bantuan yang disalurkan untuk program peningkatan kualitas sebesar Rp 90 juta. Sedangkan pembangunan rumah baru atau perbaikan rumah tradisional mendapat bantuan senilai Rp 180 juta.

Sementara Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan, Sarhunta merupakan bukti dukungan pemerintah pusat dalam membangun dan menata sektor pariwisata di Sulut. Gubernur juga mengatakan, program tersebut dapat menunjang pemulihan sektor pariwisata Sulut yang terdampak pandemi Covid-19 di fase kenormalan baru dengan tetap mematuhi protokol kesehatan saat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Gubernur Olly optimis, jika masyarakat dapat menjalankan protokol kesehatan, maka wisatawan akan kembali dapat mengunjungi Likupang. “Kalau ini berjalan baik, sebulan lagi turis akan datang kembali di Likupang. Likupang akan maju, dan masyarakat harus siap,” katanya. (vil/sbr)