oleh

Program Bahasa Sangihe Langsung Viral di Medsos

KOMENTAREN.NET, Tahuna – Pasca dicanangkan Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jabes Gaghana SE,ME tanggal 22 Mei 2019, Program Wajib Berbahasa Sangihe setiap hari Jumat langsung viral di media sosial (Mendsos).

Betapa tidak, program berbahasa Sangihe tersebut ternyata tidak hanya berlaku di kantor-kantor maupun di sekolah serta ditengah masyarakat, tapi turut berjangkit hingga ke media sosial Facebook maupun What’s Up (WA). Seperti yang terpantau selang dua pekan disetiap hari Jumat, nyaris seluruh netizen yang keturunan Sangihe, termasuk netizen yang telah berdomisili diluar Sangihe langsung menggunakan bahasa Sangihe ketika berkomunikasi lewat grup WA maupun saat membuat status dan menyampaikan informasi di Facebook.

Apalagi bagi warga Sangihe yang telah berdomisili di pulau Jawa, Kalmantan serta Sumatera hingga Papua, mereka begitu merespon adanya program berbahasa Sangihe sekalgius mengaku sangat tersentuh ketika mendengar Pemkab Sangihe telah mencanangkan program berbahasa Sangihe setiap hari Jumat. ”Kami merasa bangga kalau so ada program Pemkab Sangihe menggunakan bahasa Sangihe setiap hari Jumat, dengan begitu kita selalu ingat Sangihe sekaligus melestarikan budaya daerah kita,” ungkap Moudy Salindeho, warga Sangihe yang telah menetap di Samarainda Kaliamantan Timur.

Hal senada juga disampaikan Johanis Bawondes yang berdomisili di Kendari Sulawesi Tenggara. Bahkan lewat postingannya di Facebook, ia justru menyarankan penggunaan bahasa Sangihe dilakukan setiap hari, dan pada Jumat ditetapkan menggunakan bahasa Inggris. ”Kalau menurut saya ada baiknya program menggunakan bahasa Sangihe dilakukan setiap hari, dan pada hari Jumat bahasa Inggris, agar supaya ada dua manfaat yang didapat masyarakat, yakni melestarikan bahasa daerah dan masyarakat dapat berhasah Inggris,” kata Bawondes.

Sementara postingan serupa datang pula dari Tety Meita Dumalang, warga Sangihe yang berdomsili di Jakarta. Ia mengaku berbahasa Sangihe itu jangan hanya pada hari Jumat, tapi dilakukan setiap hari, seperti yang dilakukan warga Sangihe di Jakarta. ”Bukan kah bahasa daerah harus digunakan setiap hari?, seperti kita-kita ini yang dirantau, selalu menggunakan bahasa Sangihe ketika berkomunikasi,” ujar Dumalang.

Sebelumnya pada saat pencanangan, Bupati Gaghana menegaskan, pengunaan bahasa Sangihe disetiap hari Jumat, baik dilingkup kantor Pemkab Sangihe maupun di sekolah-sekolah, untuk menjaga kelestarian bahasa Sangihe yang belakangan ini terancam punah. ”Sudah ada survei internasional kalau bahasa Sangihe salah satu bahasa yang akan punah jika kita tidak cari solusinya,” tegas Bupati. (ver)