oleh

Astronom Brilian Dunia Asal Sulut itu Tutup Usia

PUTERA terbaik Sulawesi Utara (Sulut) yang telah berkarya untuk dunia di bidang astronomi, Prof Dr Mezak Arnold Ratag, tutup usia Sabtu (22/02/2020). Tak hanya warga Sulut yang kehilangan, kepergian mantan Rektor UKIT ini juga membuat dunia astronomi kehilangan salah satu ilmuwan terbaiknya.  

Mezak Arnold Ratag yang dilahirkan 24 September 1962 silam ini adalah salah seorang astronom brilian Indonesia, bahkan dunia. The International Astronomical Union memuji karyanya pada planetary nebula  sebagai “langkah maju yang besar dalam ilmu pengetahuan.”

Namanya pun telah diabadikan di 120 planetary nebula cluster, termasuk Ratag-Ziljstra-Pottasch-Menzies dan Ratag-Pottasch cluster, yang ia bantu temukan. Ia juga menerima penghargaan tertinggi untuk kepeloporan kerjanya dalam model iklim.

Pria kelahiran Malang ini adalah alumni SMA Negeri 1 Manado pada bulan Juni 1981. Dan melalui program seleksi Perintis II, ia dibebaskan dari ujian saringan masuk perguruan tinggi dan diterima sebagai mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB). Setelah menyelesaikan keseluruhan program studi 9 semester dalam waktu kurang dari empat tahun dengan dibimbing oleh Prof. Bambang Hidayat, pada Oktober 1985 Mezak A. Ratag diwisuda sebagai Sarjana Astronomi dengan predikat cum laude.

Universitas Kerajaan Belanda di Groningen, Rijksuniversiteit te Groningen juga membebaskannya dari keharusan untuk menempuh ujian doktoral (magister) dan memperbolehkannya langsung mengikuti program doktor pada tahun 1988. Di bawah bimbingan Prof. Dr. Stuart Pottasch, Mezak Ratag memperoleh gelar doktor (summos honoris) pada bulan Juni 1991 dengan disertasi yang berjudul “A Study of Galactic Bulge Planetary Nebulae”.

Prof. Dr. Harm Habing dari Komisi Materi Antar Bintang IAU dalam komentar tertulisnya menyebut disertasi ini sebagai “a major step forward in science”. Laporan resmi Kapteyn Astronomical Institute memberi catatan tentang disertasi ini,  “It is the first time that a discussion of chemical composition in the bulge, taking into account planetary abundances, has been given. It may become a reference for some time to come”.

Mezak telah mempresentasikan dan mempublikasikan lebih dari seratus karya ilmiah nasional dan internasional. Lebih dari 100 buah planetary nebulae (PN) baru telah ditemukannya dan dipublikasikan bersama mitra kerjanya. Dalam katalog penemuan PN yang diterbitkan oleh Observatorium Strasbourg, sejumlah besar di antaranya diberi nama dengan namanya dan nama mitra kerjanya. Lebih dari 100 international citations tentang karya-karya ilmiahnya dapat dijumpai dalam berbagai jurnal, buku, dan prosiding internasional. Selamat Prof Mezak, sang astronomi dunia ! (sbr/*)