oleh

“Pray for Wuhan”: Ribuan Netizen Sulut Respons Permintaan Pendeta Cina

ADANYA permohonan doa dari umat Kristen se-dunia atas pergumulan yang dialami warga Wuhan Cina terkait merebaknya virus Corona, direspons ribuan netizen di Bumi Nyiur Melambai lewat media social facebook. “Kami doakan supaya cepat Tuhan pulihkan, tetap berdoa dan berharap mujizat pasti terjadi..Amin,” ungkap aku Noni Goni.

“Amin…pray for Wuhan,” sambung akun Renold Mofres, Cicilia Rya Manoppo, Gerwin Tikulembang dan lainnya. “Kiranya pemulihan terus terjadi. Dalam nama Tuhan Yesus,” tukas Chelly Paruntu. Ratusan komentar yang mensupport Wuhan dalam doa terus bertambah. Bahkan like dan emotikon love sudah mencapai ribuan.   

Seperti diketahui, seorang pendeta di Tiongkok yang tinggal di Wuhan memohon topangan doa dari orang-orang Kristen Internasional terhadap bencana di negerinya. Surat pendeta ini disampaikan menyusul berbagai pertanyaan dari kalangan pemimpin gereja tentang bagaimana mereka bisa membantu korban virus corona di Wuhan.

“Sudah jelas bahwa kita sedang menghadapi ujian iman kita. Situasinya sangat kritis namun kami percaya pada janji-janji Tuhan, bahwa rancangan-Nya atas kita adalah damai sejahtera dan bukan kejahatan (Yeremia 29: 11), dan bahwa Dia mengijinkan ujian, bukan untuk menghancurkan kita, tetapi untuk mengangkat kita,” tulisnya dilansir christianpost.com.

Dengan kondisi ini, katanya, orang Kristen tidak hanya menderita bersama orang-orang di Wuhan. Tapi orang Kristen punya tanggung jawab untuk berdoa bagi setiap orang yang saat ini sedang dihantui ketakutan. “Kita punya tanggung jawab untuk berdoa bagi mereka yang takut, yang ada di kota ini, dan untuk mmebawa kepada mereka kedamaian Kristus,” tulisnya.

Pendeta itu menekankan bahwa sementara Kristus sudah memberi tahu kita damai sejahtera-Nya, dimana kedamaian bukan untuk menyingkirkan kita dari bencana dan kematian. Tapi untuk memiliki kedamaian di tengah-tengah bencana dan kematian karena Kristus telah mengatasi segala sesuatu.

“(Saat) Bencana menimpa kita, itu adalah bentuk kasih Tuhan. Wabah penyakit Wuhan tidak bisa memisahkan kita dari kasih Kristus, kasih ini ada di dalam Tuhan kita Yesus Kristus,” terangnya. Dia juga percaya kalau, saat semua orang Kristen berdiri untuk meminta belas kasihan Tuhan atas Wuhan, maka kedamaian akan hadir.

“Aku percaya, Tuhan memanggil kita yang tinggal di Wuhan. Kita harus mencari kedamaian untuk kota ini, mencarai kedamaian bagi mereka yang menderita penyakit, mencari kedamaian bagi tenaga medis yang berjuang di garis terdepan, mencari kedamaian untuk setiap pejabat pemerintah di setiap tingkatan, mencari kedamaian untuk semua orang di Wuhan,” jelasnya.

Karena itu, dia mengajak semua orang untuk mencari wajah Tuhan. Karena melalui belas kasihan-Nya lah kota Wuhan akan diselamatkan. Seperti diketahui, saat ini dunia telah menghadapi ancaman wabah virus corona yang sudah membunuh ratusan orang di Wuhan, tempat asal virus ini pertama kali terjangkit. Bukan hanya di Wuhan, namun penyebaran sudah mencapai negara-negara lain. Karena itu, dukungan doa sangat penting untuk memerangi penyebaran virus ini. (cps/kmt)