oleh

Polimdo Rebut Penghargaan Most Creative Presentation di ITD Expo 2019

KOMENTAREN.NET – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) kembali harumkan nama Sulawesi Utara di kancah nasional. Bermodalkan hasil penelitian Miniatur Turbin Ulir Archimedes, Polimdo berhasil meraih penghargaan “Most Creative Presentation” dalam Industrial Technology Development (ITD) Expo Tahun 2019 yang diselenggarakan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bersama dengan Universitas Pelita Harapan (UPH) pada 24-25 Juli di Mall Lippo Puri, Jakarta.

ITD Expo merupakan pameran yang bertujuan untuk memperkenalkan 59 purwarupa skala lab dan purwarupa layak industri yang didanai Program Insentif Riset Inovasi Nasional (INSINAS) dan Program Pengembangan Teknologi Industri (PPTI).

Dr Tineke Saroinsong SST MEng

“Puji Tuhan. Terkejut dan senang sekali mendengar Politeknik Negeri Manado dan nama saya dipanggil menerima penghargaan Most Creative Presentation” dalam Industrial Technology Development (ITD) Expo Tahun 2019,” ungkap Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Dr Tineke Saroinsong SST MEng yang mewakili Polimdo dikegiatan tersebut, Kamis (25/07/2019).

Sementara itu, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti, Muhammad Dimyat mengharapkan agar pameran ITD Expo dapat meningkatkan pemahaman dan wawasan masyarakat terhadap kebijakan dan program pemerintah dalam mendukung kegiatan penelitian, dapat memberikan informasi teknologi hasil penelitian yang memiliki potensi manfaat dan ekonomi bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, perekembangan peradaban suatu bangsa dan negara dapat dilihat salah satunya dari hasil risetnya. Modal dasar untuk meningkatkan daya saing bangsa adalah melalui peningkatan kemampuan iptek dan inovasi yang terwujud dalam riset.

Pada tahun 2018, publikasi ilmiah Indonesia mampu mengalahkan Singapura dan berhasil menduduki peringkat kedua di bawah Malaysia. Setelah prestasi ini, hal yang penting untuk diraih adalah meningkatkan hilirisasi atau komersialisasi hasil teknologi.

Adanya hilirasi hasil teknologi, kata Dimyati, maka diharapkan akan adanya produk baru yang muncul. “Produk inilah yang nantinya akan meningkatkan produktivitas industri dan dapat menciptakan lapangan kerja baru yang lebih bernilai tambah tinggi sebagai dasar dari pondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa yang akan datang,” kata dia.

Saat ini, PPTI telah menghasilkan sebanyak 158 buah purwarupa selama 2016-2018. Sedangkan untuk purwarupa skala lab yang dihasilkan dari program INSINAS dari tahun 2015-2018 adalah sebanyak 574 buah.(bil)