oleh

PLTS Terapung di Danau Tondano Bisa Mengatasi Eceng Gondok

RENCANA pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Danau Tondano, Kabupaten Minahasa, tak hanya sekadar bermanfaat memenuhi ketersediaan listrik bagi masyarakat. Namun PLTS terapung tersebut juga berfungsi mengatasi pertumbuhan gulma seperti eceng gondok yang menjadi masalah klasik di Danau Tondano.

Sebagaimana dilansir dari http://ebtke.esdm.go.id/, fungsi PLTS terapung sendiri sebagai PLTS terpusat yang diletakan terapung di atas air seperti danau, waduk dan sejenisnya. Bahkan bisa di laut. PLTS terapung dinilai lebih menguntungkan dibandingkan dengan PLTS terpusat di darat, karena PLTS terapung tidak membutuhkan lahan/daratan yang umumnya lebih mahal atau bernilai.

Dan fungsi lainnya yang sangat dibutuhkan di Danau Tondano, bahwa PLTS terapung akan mengurangi terjadinya penguapan air, menghambat pertumbuhan gulma lainnya seperti eceng gondok serta penguapan air yang terjadi dan tertahan oleh modul PV menciptakan sebuah sistem pendinginan yang meningkatkan efisiensi listrik yang dihasilkan oleh sel PV.

PLTS terapung lebih kuat penyimpanan energy mataharinya, karena dia menyerap panas matahri secara langsung dan juga panas pantulan sinar matahari di air.  PLTS terapung yang rencana dibangun di Tondano, awalnya  dibuat di Jepang untuk pertama kalinya di dunia adanya PLTS terapung.

Yakni PLTS yang dibangun di Kato, sebuah kolam Nishihira dan Higashihira. Pembangkit yang dibangun atas kerja sama Kyocera dan Century Tokyo Leasing itu, mampu membangkitkan energi listrik sebesar 3.300 MWh per tahun. Energi tersebut cukup untuk melistriki 920 rumah.

Seperti diketahui, rencana proyek PLTS terapung yang akan dipasang di atas Danau Tondano Minahasa, terungkap dari pertemuan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dengan Menteri ESDM (Energi Sumberdaya Mineral), Arifin Tasrif di Jakarta, Kamis (06/08/2020) lalu. Hal ini dibenarkan Gubernur Olly.  “Dalam pertemuan itu saya konsultasi soal rencana pembangunan PLTS Terapung di Danau Tondano. Dan itu disambut baik pemerintah pusat,” ungkap Gubernur Olly. (esd/vil)