oleh

Pilwako Manado 2020 Catat Sejarah, Ini 4 Fakta Menarik Andrei Angouw

Banwas

KOMENTAREN.NET – Kemenangan Andrei Angouw (AA) di Pilwako Manado 9 Desember 2020 lalu, menjadi viral seiring sosok AA yang menarik. Sedikitnya ada 4 fakta menarik, membuat Andrei Angouw yang berpasangan dengan Richard Sualang memenangkan Pilkada berdasarkan perhitungan cepat lembaga survei.

Fakta pertama, Andrei Angouw akan menciptakan sejarah sebagai kepala daerah pertama di Manado dan Indonesia yang akan menjadi Walikota dari Agama Konghucu.    

Calon Walikota Manado dari PDIP, Andrei Angouw (kanan).

Kemenangan AA ini membuat PDIP bangga karena menunjukkan kebhinekaan Indonesia. “Ini bukti Pancasila dan kebhinnekaan Indonesia dijalankan secara konsisten oleh Partai,” ungkap Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, Minggu (13/12/2020).

Ini katanya menunjukkan Partai tidak membeda-bedakan latar belakang suku, status sosial, jenis kelamin dan agama. “Semua warga negara adalah setara,” paparnya terkait fenomena pencalonan AA.

Fakta menarik lainnya, AA adalah calon walikota terkaya di Pilkada se-Indonesia. Sebab berdasarkan analisis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Andrei memiliki harta kekayaan berjumlah Rp273.575.845.946. Bahkan jumlah harta Andrei bahkan lebih besar dari calon gubernur Sulut, Olly Dondokambey yang hanya memiliki Rp179.156.295.217.

Untuk skop calon wali kota terkaya di gelaran Pilkada Serentak 2020, dia merupakan yang teratas.

Andrei Angouw dan Richard Sualang saat deklarasi lalu untuk maju sebagai calon kepala daerah di Kota Manado.

Fakta menarik ketiga, Andrei Angouw memecahkan kebuntuan partainya (PDI Perjuangan) yang selama Pilkada di Manado, belum pernah merebut kursi top eksekutif.

Kini bersama Richard Sualang yang juga sesama kader PDIP, akan menjadi kepala daerah dari PDIP pertama yang akan memegang tampuk pemerintahan di ibukota Sulawesi Utara.

Fakta keempat, AA mencatatkan diri sebagai politisi yang sukses merengkuh jabatan politis strategis sejak 2009 dan kemungkinan akan berlangsung hingga 2024.   

Seperti diketahui AA menapaki karier sebagai politikus ketika 2009 terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara periode 2009-2014. Dia kemudian terpilih kembali sebagai anggota dewan di Provinsi Sulut pada periode 2014-2019. Di periode ini kariernya kian melesat, setelah pada 2016, Andrei ditunjuk oleh PDIP menjadi Ketua DPRD Sulut menggantikan Steven Kandouw yang saat itu mengikuti pilkada serentak dan terpilih menjadi wakil gubernur Sulut.

Berbekal modal politik yang kian matang, pria kelahiran Manado, 23 Mei 1971 itu kembali melenggang ke DPRD Sulut periode 2019-2024. Andrei juga mempertahankan posisi Ketua DPRD Sulut setelah ditunjuk oleh DPP PDI Perjuangan. Dan setahun berselang, atau 2020 ini, dia meninggalkan kursi Ketua DPRD Sulut, untuk bertarung di Pulwako Manado. Dan jalan keberhasilan karirnya terus terbuka karena dia bersama Richard Sualang berpeluang besar menjabat top eksekutif Manado 2020-2024.

Andrei dan Richard berdasarkan hasil hitung cepat Lembaga Survei Indonesia (LSI) unggul dari tiga rivalnya dengan perolehan suara 36,41 persen. Andrei-Richard mengungguli pasangan Julyeta Runtuwene-Harley Mangindaan di posisi kedua dengan suara 27,66 persen, disusul Mor Dominus Bastiaan-Hanny Pajouw dengan 22,64 persen, lalu Sonya Selviana-Syarifudin Syafa di posisi buncit dengan 13,29 persen. (mon/*)