oleh

Pilkada Tinggal 39 Hari, LSI Pesimis CEP-SSL dan VAP-HR Bisa Kejar ODSK

KOMENTAREN.NET – Peneliti LSI (Lingkaran Survei Indonesia) Ikrama Masloman mengatakan pesimis, elektabilitas kekuatan pasangan calon (paslon) petahana di Sulut, Olly Dondokambey-Steven Kandouw (Olly-Steven), bisa dikejar paslon lainnya (CER-SSL dan VAP-HR). Pasalnya, menjelang 39 hari pemilihan, elektabilitas Olly-Steven kokoh pada posisi 64,3 persen, atau selisih 40  persen lebih dari pesaingnya, CEP-SSL (22,3%) dan VAP-HR (10,2%).

Jika tidak tidak ada tsunami politik, atau kejadian luar biasa yang menggerus Olly-Steven, lanjut Ikrama, tidak memungkinkan lagi paslon lainnya untuk mengejar. Bahkan dalam kasus yang pernah ada di Indonesia, posisi tertinggi yang pernah dicapai paslon di Jabar dalam menaikkan elektabilitas hanya mentok pada 20 persen.   

“Belum ada kasus politik di Indonesia bisa mengejar dengan selisih 40 persen dalam waktu 39 hari. Jika tidak ada tsunami politik di posisi petahana, yang mungkin terjadi adalah mentoleransikan tingkat kekalahan (paslon non petahana),” ungkap Peneliti dan Jubir LSI, Ikrama Masloman saat Konperensi Pers di Hotel Gran Sentral Manado, Sabtu (31/10).

Pernyataannya itu, berkaca dari hasil survey terbaru di Bulan Oktober dari LSI Networking bahwa elektabilitas Paslon Petahana Olly Dondokambey-Steven Kandouw (ODSK) kokoh di atas 60 persen dalam sebulan masa kampanye ini. Elektabilitas ODSK tepatnya berada pada posisi 64,3 persen. Angka itu leading jauh atas Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Salim Landjar (CEP-SSL) yang berada di posisi kedua dengan elektabilitas 22,3 persen. Sedangkan paslon Vonnie Anneke Panambunan-Hendry Corneles Runtuwene (VAP-HR) berada di juru kunci dengan elektabilitas 10,2 persen.

Dalam survei, LSI mengungkapkan, ada lima kekuatan petahana (Olly-Steven) yang memberi efek di masa (satu bulan) kampanye. Pertama, Petahna dipersepsi sulit untuk dikalahkan, dimana LSI menemukan sebanyak 65 persen pemilih mempersepsikan petahana sulit dikalahkan. Sedangkan yang menyebut mudah dikalahkan hanya 16,2% dan lainnya (tt/tj) 18,3%.

Kekuatan kedua, elektabilitas petahana kokoh di atas 60 persen unggul jauh atas saingannya CEP-SSL (22,3%) dan VAP-HCR (10,2%). Berikut kekuatan ketiga, selang satu bulan masa kampanye ternyata Petahana Olly-Steven paling dominan, yakni dari pertanyaan ke pemilih menyangkut “pernah melihat balihoo paslon” sebesar 91,7% utk ODSK, CEP-SSL (79,2% dan VAP-HCR (73%). Sedangkan dengan pertanyaan apakah pemilih pernah dikunjungi paslon, ODSK (8,8%), CEP-SSL (5,3%), dan VAP-HCR (4,3%).

Kekuatan keempat, menurut LSI, ternyata nomor urut petahana (3) dalam Pilkada paling banyak diingat pemilih yakni 65,2 %, CEP-SSL (55,1%) dan VAP-HCR (54,6%). Dan kekuatan kelima menyangkut pertanyaan antusiasme pemilih terhadap ketiga kontestan, ternyata terhadap petahana yang paling tinggi yakni 77%, CEP-SSL (50,7) dan  VAP-HCR 39,2 persen.

LSI juga menggali dengan melontarkan pertanyaan “Mengapa petahana (ODSK) sangat perkasa?” Hasil survei menyebut, petahana Olly-Steven teratas dalam kategori; Paling Populer dan Paling Disukai, Unggul di Semua Aspek Personaliti, Tingkat Kepuasaan Kinerja di Atas 80 Persen, Tingkat (Pemilih) Menginginkan Kembali di Atas 65 Persen, Isu Bolmong Raya tak Berpengaruh karena adanya dukungan 4 bupati/walikota (di wilayah BMR) ke petahana, dan terakhir terkait Jangkar Isu Nusa Utara, diperkokoh dengan penunjukkan Ketua DPRD baru, Andi Silangen asal Nusa Utara. (mon**)