oleh

Penyerobotan Rawa Tahuna, Pemkab Sangihe Terkesan Lakukan Pembiaran

KOMENTAREN.NET, Tahuna – Penguasaaan kawasan Rawa Tahuna meski telah ada larangan serta batasan yang tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kepulauan Sangihe, namun penyerobotan sampai saat ini masih terus dilakukan warga.

Bahkan terindikasi yang turut melakukan penimbunan tak hanya warga, tapi datang pula dari kalangan Aparat Sipil Negara, termasuk beberapa pejabat. ”Terus terang, sampai saat ini penyerobotan sekaligus menimbunan rawa Tahuna, mulai dari rawa Kelurahan Soataloara hingga rawa Towo, rawa Tidore, rawa Tona, rawa Tapuang masih saja terjadi,” ungkap sejumlah warga Tahuna.

Yang memiriskan, Pemkab Sangihe yang notabene cukup getol menghimbau larangan penyerbotan dan penimbunan lahan rawa, justru tekesan melakukan pembiaran, yang dibuktikan dengan sampai saat ini masih ada warga yang melakukan penimbunan. ”Sejak lama kami pernah mengadukan masalah penimbunan rawa ini ke Dinas Lingkungan Hidup maupun ke pihak kelurahan, tapi tidak pernah ada tindak lanjut, bahkan lahan rawa yang diserobot justru sudah menjadi milik warga yang melakukan penimbunan,” ujar salah satu warga sambil meminta identitasnya dirahasiakan.

Terkait penyerobotan lahan rawa Tahuna juga dibenarkan anggota DRPD Sangih, Ferdy Panca Sinedu ST, ketika dikonfirmasi terpisah. Ia mengakui beberapa waktu sebelumnya pernah menangani laporan warga tentang penimbunan rawa disalah satu kelurahan oleh warga yang bukan pemilik rawa. Ia bahkan mengakui telah mendapat laporan warga lainnya kalau yang melakukan penimbunan rawa secara ilegal juga berasal dari kalangan pejabat dilingkup Pemkab Sangihe. ”Memang benar untuk masalah menyerobotan lahan rawa Tahuna itu sudah dari dulu, dan yang disesalkan justru ada pejabat yang turut melakukan penimbunan rawa,” kata Sinedu.

Sementara anggota DPRD Sangihe lainnya, Ruben Medea, juga mengaku prihatin terhadap aksi penyerbotan dan penimbunan lahan rawa yang terkesan dibiarkan dan tidak mampu diatasi. Ia berharap Pemkab Sangihe harus segera turun tangan dengan mekukan pemetaan serta pematokan demi penyelematan rawa. ”Kondisi ini kalau terus dibiarkan, lama kelamaan kota Tahuna sudah tidak ada lagi rawa dan sudah pasti dampak banjir akan semakin parah,” tegas Medea, yang juga berjanji akan membawa masalah rawa ini ke DPRD ketika seluruh kelengkapan dewan dan pimpinan dewan telah terbentuk.(ver)