oleh

Pemprov Sulut: Kabar Gubernur dan Ketua DPRD Main Jet Ski Tidak Benar

UPAYA Gubernur Sulut Olly Dondokambey bersama Forkopimda membagikan sembako bagi masyarakat lewat perairan, disambut positif. Namun di tengah kerja keras gubernur membantu masyarakat yang terdampak Covid-19, masih ada saja pemberitaan yang mendeskriditkan bahwa gubernur dan Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw asyikr bermain jet ski di Pulau Lihaga di tengah pandemi corona saat ini.

Pemprov Sulut melalui Kepala Biro Pemerintahan Setdaprov Sulut Jemmy Kumendong mengklarifikasi berita tersebut. Dia menegaskan berita itu tidaklah benar. “Itu kabar hoaks, karena tidak seperti itu yang terjadi,” tandas Kumendong, Senin (11/05/2020).

Dikatakannya, fakta yang terjadi adalah Wakil Gubernur Steven Kandouw dan Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw, mengikuti bakti sosial Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut pesisir di pantai utara. Wagub Kandouw kemudian menyalurkan bantuan dalam kegiatan Baksos Forkopimda Sulut di pesisir pantau utara.

Di kalangan Forkopimda  ada Pangdam XIII Merdeka, Mayjen TNI Santos Matondang, Kapolda Sulut, Irjen Pol Royke Lumowa, Danlantamal VIII Sulut, Brigjen TNI Donar Philip Rompas dan Komandan Lanud Sam Ratulangi, serta Kolonel Pnb Johnny Sumaryana.

Dalam portal hubmaspemprovsulut juga menjelaskan, bahwa fakta yang sebenarnya, jajaran Forkopimda Sulut melakukan bakti sosial pembagian sembako kepada warga terdampak covid-19 di pesisir pantai utara Sulut pada tanggal 5-6 Mei 2020.

Dijelaskan, baksos yang diikuti Wakil Gubernur Sulut Steven O.E. Kandouw bersama Forkopimnda bertolak dari Manado, tepatnya di belakang Gedung Youth Center Megamas lalu menyisir jalur laut menggunakan kapal speed boat dan jet ski menuju wilayah pantai utara Sulut, yaitu Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Ketika di Bolmut, bansos diserahkan di pinggir pantai wisata Pinagut Boroko dilanjutkan dengan buka puasa bersama pemerintah dan masyarakat Bolmut di Rumah Dinas Bupati Bolmut. Wagub Kandouw mengapresiasi TNI dan Polri yang peduli kepada masyarakat terdampak covid-19 hingga menemui langsung masyarakat Bolmut dan daerah lainnya di pesisir pantai utara.

“Bersyukur kegiatan ini boleh terlaksana. Dan ini murni ide dari Forkopimda, TNI Polri. Saya selaku Wakil Gubernur mengapresiasi kepedulian TNI Polri karena ini menandakan bahwa penanggulangan covid-19, adalah gerakan gotong royong, dengan harapan covid-19 ini segera berakhir, karena saya yakin dan percaya sebelum perayaan idul fitri covid-19 ini akan berakhir,” ungkap Kandouw.

Sebelumnya, Bupati Bolmut Depri Pontoh mengapresiasi kunjungan dan bantuan dari Forkopimda Sulut kepada masyarakat Bolmut yang terdampak covid-19. “Ini menandakan betapa pedulinya Forkopimda Sulut kepada masyarakat, dan semoga kunjungan ini dapat dilakukan secara terus menerus,” kata Pontoh.

Kepala Biro Pemerintahan dan Otda Pemprov Sulut Jemmy Kumendong menerangkan bahwa Wagub Kandouw dan jajaran Forkopimda juga membagikan sembako bagi masyarakat di Amurang, Minsel dan Lolak Bolmong.

Di Minsel, rombongan disambut Bupati Minsel Tetty Paruntu. Adapun pembagian sembako dilakukan di tengah laut yang disambut antusias para nelayan di atas perahu di pelabuhan UPP Kelas II Amurang. “Usai dari Minsel, Wagub Kandouw dan Forkopimda bergerak menuju Lolak, Bolmong tepatnya di kompleks PT Conch. Kedatangan Wagub Kandouw diterima Bupati Bolmong Yasti Mokoagouw dan pimpinan PT Conch yang dilanjutkan dengan pembagian sembako kepada masyarakat Bolmong,” ujar Kumendong. Sebagai informasi, ketika kegiatan baksos di pesisir pantai utara Sulut, Gubernur Sulut berada di Manado untuk mengikuti tiga kegiatan terkait penanganan covid-19.

Pertama, Gubernur Olly menyerahkan secara simbolis bantuan sosial Program Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (Progres-LU) sebesar Rp 4.930.200.000 dari Loka Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (LRSLU) Minaula Kendari Kementerian Sosial kepada perwakilan Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS-LU).

Diketahui, sasaran penerima bantuan tersebut adalah lansia berusia 60 tahun ke atas yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan bukan penerima PKH serta berada dalam binaan LKS-LU. Kedua, Gubernur Sulut yang juga Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulut melaunching Program Bersehati Online untuk menanggulangi dampak ekonomi pandemi covid-19 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) di Sulut.

Diketahui, program ini diluncurkan untuk mengantisipasi turunnya pendapatan pedagang pasar tradisional dan petani komoditas bahan pokok akibat pandemi covid-19 melalui pemanfaatan layanan digital. Ketiga, Gubernur Olly menjadi pembicara dalam webinar membahas kebijakan pemerintah daerah dalam penanganan covid-19 dan penguatan ekonomi pasca pandemi covid-19 yang diselenggarakan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) cabang Manado.

Pada kesempatan itu, Olly menerangkan bahwa penanganan covid-19 di Sulut dilaksanakan sejalan dengan arahan pemerintah pusat, yaitu ditujukan untuk bidang kesehatan, program jaring pengaman sosial dan bidang ekonomi. (sbr/hms)