oleh

Pembunuhan Sadis Pelaut Bitung, Ternyata Akibat Pengaruh Miras

KOMENTAREN.NET, Bitung – Peristiwa pembunuhan sadis kepada korban ARR yang merupakan warga Kelurahan Winenet Kecamatan Aertembaga yang berprofesi sebagai Pelaut pada Selasa (07/05) lalu,  ternyata motif pembunuhanya karena kedua tersangka sudah dipengatuhi Minuman Keras (Miras) dan tersinggung karena kendaraan yang mereka bawa dilewati oleh motor korban sehingga cekcok sehingga terjadilah pembunuhan sadis.

Motif pembunuhan tersebut terungkap dalam Press Release yang digelar oleh Polres Bitung dengan menghadirkan kedua tersangka masing-masing NT dan lelaki alias GL warga Kecamatan Aertembaga.

Dalam Press Release yang dilaksanakan pada Kamis (09/05/2019) dihadiri Kasat Reskrim AKP Eddy Kusniadi dan Kapolsek Aertembaga Iptu Destam Dumat dan Kanit Reskrim Polsek Aertembaga Jhon Marisid.

Menurut Kapolsek bahwa usai kejadian tim langsung bergerak dan menangkap kedua tersangka pada hari Selasa 7 Mei 2019 pada pukul 09.00 wita di Kelurahan Wangurer Utara Lingkungan IV Kecamatan Madidir kota Bitung serta mengamankan sepeda motor Honda Beat warna putih hitam dan sebilah pisau badik jenis besi putih.

Dalam pengaruh minuman keras (Miras), tersangka lelaki alias NT dan lelaki alias GL keduanya warga Kelurahan Aertembaga Dua Kecamatan Aertembaga Kota Bitung tega mengahabisi nyawa lelaki alias ARR warga Kelurahan Winenet Satu Kecamatan Aertembaga Kota Bitung.

Kedua tersangka itu mengaku baru usai menegak Miras ketika menganiaya korban lelaki alias AAR menggunakan sebilah pisau di Kelurahan Winenet Satu Lingkungan lll Kecamatan Aertembaga hanya karena tersinggung dilambung.

 “Hanya karena masalah sepele, yakni kedua tersangka merasa tersinggung motor yang mereka tunggangi dilambung oleh korban lelaki alias AAR kemudian terjadi cekcok,” kata Kapolsek Aertembaga Polres Bitung IPTU Destam Dumat saat menggelar Konferensi Pers.

 “Saat terjadi cekcok salah satu tersangka lelaki alias GL terlebih dahulu menikam korban lelaki alias AAR dengan pisau jenis badik. Kemudian pisau itu diserahkan ke tersangka lelaki alias NT untuk melanjutkan aksi penikaman. Korban lelaki alias AAR mengalami sembilan luka tusukan dan dari pengakuan kedua tersangka, tersangka lelaki alias NT dua kali melakukan penikaman dan sisanya dilakukan tersangka lelaki alias GL,” pungkas Kapolsek Aertembaga. Kapolsek Aertembaga Polres Bitung IPTU Destam Dumat menuturkan Tersangka lelaki alias NT adalah residivis kasus kekerasan menggunakan senjata tajam dan baru usai menjalani hukuman hingga kembali berulah, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 170 ayat (2) ke 3e KUHP dan atau pasal 338 KUHP subs pasal 354 ayat (2) KUHP lebih subs pasal 351 ayat (3) KUHP dengan hukuman 12 tahun Penjara.(nan)